Berita DKI Jakarta

252



TVRI Jakarta - Aparat kepolisian daerah Banten menetapkan empat belas orang demonstrasi yang berlangsung di depan kampus UIN Serang beberapa waktu lalu sebagai tersangka. Demonstrasi yang dilakukan ratusan massa yang menamakan geger Banten itu berujung ricuh oleh aparat keamanan TNI Polri. Sebanyak 14 orang ditangkap oleh aparat kepolisian akibat demonstrasi yang berujung ricuh di depan kampus UIN Serang. Kini, 14 orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka.

Delapan mahasiswa, empat pelajar dan dua pedagang berhasil ditangkap dalam aksi demo ricuh tersebut yang mengakibatkan dua anggota polri mengalami luka ringan dibagian kepala akibat lemparan batu serta beberapa mahasiswa mengalami luka hingga dilarikan ke rumah sakit.

Demo yang menolak disahkannya undang-undang cipta kerja tersebut disinyalir ada penyusup dari kelompok tertentu hingga membuat keributan terjadi. Akibat dari demo, akses utama jalan Kota Serang tidak berfungsi karena massa memblokade jalan.  Arus lalu lintas dialihkan ke jalur lain. Berikut inisial ke empat belas tersangka OA,  BS, NC,  RN,  DM, NA, AK,  FS, MZ, FF, RR, MI,  MF, MM.

Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi mengatakan, 14 pedemo ini ditetapkan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan, pemeriksan saksi dan adanya alat bukti terkait kerusuhan. "Berdasarkan hasil gelar perkara telah ditetapkan 14 orang yang diamankan sebagai tersangka," kata Edy kepada wartawan di Mapolda Banten, Kamis (8/10/2020).

Dari 14 tersangka, tersangka BM berperan melempari petugas dengan batu yang mengakibatkan Kepala Biro Operasional Polda Banten Kombes Pol Aminudin Roemtaat terluka. "Ini dikenakan Pasal 351 KUHP dengan hukuman 5 tahun penjara," ujar dia.

Pelaku lainnya dikenakan pasal 212 dengan ancaman penjara satu tahun empat bulan dan pasal 218 dengan ancaman penjara empat bulan.


Bagikan Artikel ini ke