Berita DKI Jakarta

439



TVRI Jakarta - Seratus enam puluh pekerja migran Indonesia, tanpa dokumen yang melebihi ijin atau overstayer yang dideportasi imigrasi Taiwan, tiba tanah air, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sebelum dipulangkan kekampung halamannya, Tenaga Kerja Indonesia, pria dan wanita terlebih dahulu menjalani karantina di hotel yang sudah disediaakan pemerintah sebelum dipulangkan kekampung halaman.

Dengan menggunakan pesawat charter Batik Air, seratus enam puluh orang pekerja migran Indonesia, tiba di tanah air, melalui terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, dan di fasilitasi langsung oleh petugas badan perlindungan pekerja migran Indonesia atau BP2MI Serang Banten.

Dari seratus enam puluh pekerja migran Indonesia, diantaranya delapan puluh empat laki laki dan tujuh puluh enam wanita yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur, yang di deportasi oleh imigrasi Taiwan , karena melebihi batas izin tinggal serta tidak memiliki dokumen keimigrasian.

Para pekerja Indonesia ini yang sebagian besar pembantu rumah tangga dan bekerja diperusahaan disana, di deportasi dari imigrasi Taiwan selain izin tinggal sudah melebihi batas waktu, juga memperpanjang kontrak secara mandiri.

Para pekerja migran indonesia hari ini tiba dari negara taiwan, dipulangkam karena overstay dan ilegal, dengan menggunakan pesawat charteran batik air. total ada 160 pemerja migran dan ini periode pertama, sementara periode kedua ada 224, masing masing bentuk pelanggaran tenaga migran ini kelebihan masa tinggal, seharusnya sudah habis kontrak dan kembali ketanah air, namun mereka masih menetap demgan kontrak mandiri, waktu berangkat ada yang legal maupun ilegal, sedangkan masa ketja mereka tiga sampai kima tahun, namun mereka melebihi dengan kontrak mandiri.

"Masalahnya overstay yang harusnya sudah habis kontrak, harusnya pulang tapi mereka masih di sana (Taiwan). Ada juga yang terkait tindak kriminal," kata Kepala UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Serang, Banten, Lismia Elita, di Bandara Soekarno-Hatta

Lismia menuturkan sebelum dipulangkan semuanya dikumpulkan di salah tempat di Taiwan. Dari 160 PMI itu, kata Lismia di antaranya 84 laki-laki dan 76 perempuan.

"Mereka semua bekerja ada yang menjadi rumah tangga dan perusahaan-perusahaan di Taiwan," katanya.

Lismia mengatakan tidak ada sanksi yang diterima oleh seluruh PMI tersebut. Pasalnya ia menambahkan hanya pelanggaran overstay yang diperbuatnya.
 
"Tidak ada sanksi, mereka dipulangkan. Tapi bagi yang adanya terkait tindak kriminal nanti pihaknya akan memberi arahan lanjutan," jelasnya.

Selanjutnya setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta, sebelum dipulangkan kekampung halaman, para pekerja migran akan dikarantina di hotel yang sudah disediakan.


Bagikan Artikel ini ke