Berita DKI Jakarta

434



TVRI JAKARTA - Sembilan anak buah kapal dari perusahaan RRT Zhouyu 603 dan 605, yang diperbudak oleh nelayan China, tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Dengan di sambut langsung oleh menteri ketenaga kerja, bersama kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Kesembilan ABK tersebut berhasil kembali setelah salah satu ABK berhasil menghubungi pihak kementrian luar negeri. Disambut langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, bersama kepala BP2MI, sembilan ABK korban kekerasan kapal nelayan China, tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Kesembilan ABK tersebut merupakan korban dari tindakan kekerasaan yang di lakukan pihak perusahaan kapal ikan zhouyu 605 dan 603. Selain itu kesembilan ABK ini merupakan korban tindak pidana perdagangan orang, yang di lakukan oleh pihak agency  pencari kerja ilegal.

Menurut Rudi Pangestu, salah satu ABK mengatakan, selama disana dirinya bersama kawan kawan PMI ( Pekerja Migran Indonesia ) sering mendapatkan kekerasan secara verbal, maupun fisik.

Menurut kepala BP2MI, benny rhamdani, pihaknya akan memberantas perusahan perusahaan pencari kerja yang ilegal, serta akan melaporkan 415 kasus kekerasan yang di alami para PMI ke bareskrim polri.

Sementara itu menteri ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, banyaknya kasus kekerasan kepada para PMI ini menjadi pelajaran bagi para pencari kerja, agar bisa melihat performance legalitas dari perusahan pencari kerja, serta ikuti prosedur sesuai dengan perundang undangan yang berlaku.


Bagikan Artikel ini ke