Kegiatan Nasional

1201



Berlokasi kota Yogyakarta, TVRI bekerjasama dengan AIBD (Asia-Pacific Institute for Broadcasting Development) mengadakan Workshop dengan Thema Mobile Journalism. Workshop ini berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 23 sampai dengan 27 September 2019.

Workshop ini diikuti dari berbagai peserta daerah, dari TVRI Jabar, Jateng, DI. Yogyakarta (tuan rumah), Jatim, Bali, Sumut, Sumsel, Aceh, Kaltim, Kalbar, Sulut, Sulsel, Sulbar, DKI. Jakarta, 3 dari kantor Pusat, dan 1 dari Admin Media Sosial TVRI.

Direktur Program dan Berita, Apni Jaya Putra berkenan membuka workshop ini, sekaligus memberikan presentasi singkat mengenai Alih Teknologi di bidang Konvergensi Media Baru. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi oleh narasumber dari AIBD, yaitu Mr. Nabeel Tirmazi seorang praktisi senior di bidang Mobile Journalism dan menjabat sebagai Programme Manager di AIBD.

Hari pertama workshop pembahasan dimulai dengan materi Sejarah Mobile Journalism, Prinsip Kerja, Peralatan, dan Perkembangan Teknologi Smartphones.

Hari kedua, Praktek pengambilan gambar outdoor (sesi 1), Review, Teknik pengambilan gambar.

Hari ketiga, Teknik penulisan Script/Naskah Mobile Journalism, Teleprompter, Aplikasi pendukung, Teknik pengambilan gambar Multi-Cam.

Hari keempat, Praktek pengambilan gambar outdoor (sesi 2) lokasi di Candi Borobudur, Teknik Interview dalam Mobile Journalism.

Hari kelima, Review hasil shooting, Newsroom Management, Live Streaming.

Untuk sesi penutupan, dilakukan oleh Direktur Keuangan Isnan Rahmanto sekaligus beliau ikut melakukan preview terhadap karya peserta workshop.

Dari hasil workshop ini secara global sangatlah mempunyai arti penting bagi semua peserta, mengingat perkembangan teknologi yang diusung Smartphone sudah hampir menggantikan fungsi Kamera Konvensional.

Sedangkan dari hasil workshop ini, ditarik kesimpulan :

  1. Workshop ini sangat dirasakan manfaatnya, mengingat seiring perkembangan teknologi terutama Smartphone, media pengambilan gambar (audio/video) bukan saja dapat dilakukan oleh kamera konvensional, melainkan fungsi tersebut dapat digantikan oleh Smartphone.
  2. Hasil video yang diambil dengan media Smartphone lebih dirasakan manfaatnya diwaktu momen insidentil, yang membutuhkan sistem pengolahan audio/video secara cepat
  3. Peran Mobile Jourmalism ini mempunyai hubungan kerja yang sangat saling mendukung dengan Media Sosial
  4. Proses pengolahan audio/video dapat langsung dikerjakan di Smartphone itu sendiri, termasuk proses Publish ke Media On Line dan Media Sosial
  5. Perlu keseragaman spesifikasi Smartphone, agar kualitas audio/video yang diolah mempunyai keseragaman kualitas, terutama ketajaman gambar dan resolusinya.
  6. Selain media Smartphone, juga sangat dibutuhkan media penunjang lain seperti Stabilizer, Lighting, Mini Tripod, dan sejenisnya sebagai penunjang untuk hasil gambar yang baik. (syafaruddinsulaiman)


Bagikan Artikel ini ke