Berita JAWA BARAT

72



Tingginya antusias warga untuk mengajukan Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) membuat ribuan warga rela antre sejak malam hari. Akibatnya, petugas kewalahan dan kesulitan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Adanya Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) tahap dua membuat masyarakat Kota Tasikmalaya rela antre dari sebelum kantor tersebut dibuka. Sayangnya antrean tersebut mengabaikan protokol kesehatan, karena jarak antrean antar warga tidak sesuai dengan aturan yang diperbolehkan bahkan mereka juga berdesak-desakan.

“Sangat kewalahan, karena warga juga antusiasnya sangat tinggi sampai ada yang rela dating sejak malam hari hanya untuk mendapatkan antrean. Rata-rata setiap harinya warga yang dating mencapai 4.000 orang.” Ujar Kasi Usaha Mikro Dinas Koperasi UMKM Industri dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Eti Rahmawati Candra.

Demi menerapkan protokol kesehatan, pihaknya terpaksa harus membuka pelayanan lebih awal dari yang biasanya mulai pukul 08.00 WIB menjadi pukul 05.00 WIB. Selain itu, tenaga pelayanan juga merasa sangat kewalahan karena hingga saat ini, sudah terdata 17.000 atau setengahnya dari jumlah warga yang mengajukan. Sementara setengah sisanya harus diinput dengan menambah waktu kerja atau lembur.

Untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 akibat panjangnya antrean, kini di setiap kelurahan disediakan pelayanan untuk mengajukan BPUM yang akan dibuka hingga 20 November mendatang.

(Toni Sontani)


Bagikan Artikel ini ke