Apresiasi dan Perbaikan Berkesinambungan LPP TVRI Menjadi Lembaga Siaran Kelas Dunia

Rizki

01 - Jul - 2021 20:31

Informasi - Nasional

Berita

Reuters Institute untuk Studi Jurnalisme bekerja sama dengan YouGov (dan mitra) menyebar kuesioner daring pada akhir Januari hingga awal Februari 2021. Pihak penyelenggara mengambil 2.007 sampel dari Indonesia dalam rangka untuk memahami bagaimana corak berita yang dikonsumsi di sejumlah negara. Salah satu corak pemberitaan di negara yang dipelajari oleh Reuters Institute tersebut adalah Indonesia.

Beberapa hasil temuan kunci (key findings) dari laporan tersebut menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia memanfaatkan sejumlah media dalam mengonsumsi berita (source of news). Lebih dari setengah atau 89 persen responden memanfaatkan media dalam jaringan (daring) yang didominasi media sosial untuk mendapatkan informasi terkini. Selanjutnya, sebanyak 58% responden mengatakan menonton televisi untuk memperbarui pengetahuan tentang berita terkini. Media cetak (printed media) seperti koran dan majalah, berada di posisi terakhir dengan hanya 20% responden yang menjadikannya sebagai rujukan berita.

Dari sisi tingkat kepercayaan (brand trust scores), sejumlah perusahaan media mendapatkan perolehan skor yang berbeda-beda berdasarkan penilaian responden. ”Menariknya, merek berita dengan jangkauan terbesar (TVOne) juga merupakan salah satu merek dengan minoritas besar (12%) dimana publik mengatakan tidak percaya, dan hal tersebut mungkin disebabkan oleh gaya pelaporan berita yang lebih sensasional “, menurut Digital News Report dari Reuters Institute & Oxford University. Capaian media dengan tingkat kepercayaan tertinggi diperoleh CNN (69 persen), diikuti Kompas (67 persen), TVRI (66 persen), Detik.com (64 persen), dan SCTV khususnya Liputan 6 (62 persen).

Dari sisi perangkat yang digunakan masyarakat untuk mengakses berita, paling banyak berasal dari ponsel pintar (85 persen), disusul komputer (37 persen), serta tablet (10 persen). Meskipun demikian, dalam laporan Reuters Institute juga disampaikan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat pada berita tergolong rendah (39 persen).

Penguatan Siaran Kelas Dunia dan Persatuan Bangsa

Dari hasil laporan tersebut, terbukti Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI mampu meraih kepercayaan publik yang sangat baik di mata masyarakat hingga masuk dalam jajaran tiga besar perusahaan media nasional. Capaian tersebut tidak hanya karena program (information) berita yang disajikan, melainkan juga karena adanya ragam siaran yang dihadirkan, baik dari sisi pendidikan (education) maupun hiburan (entertainment) yang relevan untuk konsumsi masyarakat pada umumnya hingga ke pedesaan.

Sebab, jika merujuk pada laporan Reuters Institute tersebut, masyarakat perkotaan (urban) lebih banyak mengakses berita melalui daring maupun media sosial. Namun, untuk menjangkau jutaan masyarakat yang tidak terjamah dari pemberitaan daring, maka penetrasi televisi dan radio lebih signifikan sebagai sumber utama rujukan berita di masyarakat pedesaan (non-urban). Di sisi inilah, LPP TVRI mampu mengkapitalisasikan sumber daya tersebut sehingga masyarakat Indonesia yang saat ini sekitar 55-60 persen lebih banyak tinggal di luar perkotaan masih mempercayakan LPP TVRI sebagai rujukan utama informasi, pendidikan, maupun hiburan.

Ignatius Haryanto selaku Pengamat Media menambahkan, bahwa hasil Digital News Report 2021 yang dikeluarkan oleh Reuters Institute pada akhir Juni kemarin merupakan hal yang mengejutkan sekaligus membanggakan terutama pada saat melihat laporan tentang Indonesia.

“Brand Trust Scores TVRI ada pada urutan ketiga dari berbagai media yang dikonsumsi publik di Indonesia. Skor 66% menunjukkan bahwa TVRI dianggap menjadi salah satu media yang dipercaya di Indonesia. Berita ini menggembirakan karena artinya bahwa publik Indonesia sudah mampu membedakan mana media yang independen dan mana media yang partisan. Sementara itu di sisi lain TVRI juga telah melakukan tugas utamanya sebagai Lembaga Penyiaran Publik yaitu untuk menyiarkan informasi yang bisa diandalkan. Saya berharap, prestasi TVRI akan semakin meningkat ke depan dan itu artinya dapat meraih kepercayaan yang semakin besar dari publik di Indonesia” imbuhnya.

Dengan adanya pengakuan dari lembaga media internasional seperti Reuters serta tanggapan dari pengamat media, LPP TVRI berharap dapat terus mewujudkan visi menjadi lembaga penyiaran kelas dunia yang memotivasi dan memberdayakan, melalui program informasi, pendidikan, dan hiburan yang menguatkan persatuan dan keberagaman guna meningkatkan martabat bangsa. Terlebih di tengah pandemi COVID-19 yang belum melandai, LPP TVRI berperan penting sebagai referensi utama seluruh masyarakat Indonesia, sehingga dapat menyaring informasi yang mengandung hoaks dan fitnah yang berpotensi melahirkan disintegrasi bangsa.

Terbaru dari Instagram