Berita DKI Jakarta

30



TVRI Jakarta - Badan perlindungan pekerja migran Indonesia, atau BP2MI melakukan inspeksi mendadak atau sidak di sejumlah tempat penyaluran pekerja migran, seperti yang terletak di jalan raya iskandar muda kelurahan kedaung wetan kecamatan Neglasari, kota Tangerang, Banten.

Hal tersebut dilakukan, menyusul adanya laporan terkait 27 pekerja migran Indonesia di negara Taiwan terkonfirmasi positif Covid-19, dan beberapa diantaranya diberangkatkan dari tempat tersebut.

Menyusul adanya laporan 27 pekerja migran Indonesia di negara Taiwan, terkonfirmasi positif Covid-19, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan inspeksi mendadak, atau sidak di sejumlah tempat penyaluran tenaga migran, seperti di PT Graha Ayukarsa yang berlokasi di Jalan Raya Iskandar Muda kelurahan Kedaung Wetan kecamatan Neglasari kota Tangerang, Banten.

Saat ini yang baru diketahui terdapat lima perusahaan yang memberangkatkan ke 27 pekerja migran yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, yakni PT Pita Melati di wilayah Sidoarjo, PT Ekoristi Berkarya Jawa Timur, PT Sentosa Karya Aditama Bekasi, PT Mitra Sinergi Sukses, serta PT Graha Ayukarsa yang berlokasi di kota Tangerang.

Dalam sidak kali ini, pihak BP2MI menekan para pengelola usaha penyaluran pekerja migran, untuk melakukan uji usap atau swab test secara masif kepada sejumlah calon pekerja migran, sebagai langkah preventif terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, seperti positif nya 27 pekerja migran asal Indonesia, yang baru diketahui setibanya di negara tujuan.

Selain itu pihak BP2MI juga memastikan para calon pekerja migran di setiap perusahaan masing masing, diperlakukan secara baik dan mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan secara benar, termasuk pemotongan upah ganti rugi modal keberangkatan, yang sesuai dengan peraturan yang ada.

Kepala BP2MI Beni Ramdani mengatakan, pihaknya tengah melakukan tracking terhadap 27 pekerja migran, untuk mengetahui awal mula penularan virus corona yang dialaminya.

Jika diketahui adanya kecurangan, seperti pemalsuan surat bebas Covid-19 yang dilakukan oleh perusahaan untuk keperluan administrasi perjalanan, pihaknya akan menindak tegas hal tersebut.

Sementara, salah seorang pengelola perusahaan penyaluran pekerja migran ashiong berdalih, bahwa pihaknya telah melakukan prosedur protokol kesehatan penanganan Covid-19 secara ketat, seperti penggunaan masker selama di asrama, mencuci tangan, dan jaga jarak, serta pemeriksaan cepat Covid-19 yang dilakukan secara rutin, termasuk uji usap atau swab test menjelang keberangkatan.

Menurut Ashiong, dirinya tidak memahami persis perjalanan kasus beberapa pekerja migran yang diberangkatkan melalui perusahaannya yang terkonfirmasi positif Covid-19 setibanya di Taiwan.

Terjadinya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada sejumlah pekerja migran, setibanya di negara tujuan, dikhawatirkan akan memicu konflika hubungan politik kedua negara, yakni antara Indonesia dengan Taiwan.


Bagikan Artikel ini ke