Berita DKI Jakarta

34



TVRI Jakarta - Perlindungan terhadap pekerja migran, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) siap perangi sindikat migran, pasal nya selama ini migran Indonesia  yang bekerja diluar negri kerap jadi target para sindikat untuk meraup keuntungan dengan cara yang ilegal.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, berkunjung ke UPT BP2MI kota Serang, dalam kunjungan ini kepala badan BP2MI begitu semangat dan berapi api dalam berpidato mengenai migran adalah pahlawan devisa Negara, sehingga harus diperlakukan khusus bahkan kedepan para migran ini akan diberikan VVIP, jangan sampai ketika para migran kembali ke tanah air melalui bandara banyak oknum pejabat yang memanfaatkan mereka bahkan tak segan untuk memerasnya.

Pekerja migran Indonesia yang bekerja diluar negeri sebanyak 3,7 juta dengan sumbangan devisa terhadap Negara sebesar 159,6 triliun pertahun namun perlakuan terhadap migran masih kurang layak.

Menurut Benny, sindikat pengiriman migran ilegal dimulai dari bawah, yakni kepala desa memanipulasi dokumen awal pejabat daerah, insitusi Polri dan TNI, imigrasi  sampai pada lembaga nya untuk memerangi sindikat  ini tak hanya dibutuhkan  keberanian tapi negara harus bisa menempatkan aparat yang tak bermental maling, meski demkian selama 8 bulan terakhir pihak nya telah melakukan penggerebekan bisnis kotor disejumlah daerah yakni Bekasi, Cibubur, Marunda, Kalisunter, Bogor dan Cirebon dengan jumlah migran ilegal 514 orang tujuan Singapura Hongkong dan Timur Tengah.

Sembilan kali penggerebegan selama 514 PMI diselamatkan, Bekasi, Cibubur, Bogor, Garut, Maurunda Kali Sunter, Cirebon, Singapura, Hongkong dan Timur Tengah

"Kita ingin membangun kesadaran ideologis untuk tidak lagi terjadi eksploitasi dan perbudakan modern dan bagaimana sindikat penghiriman ilegal hingga hari ini menjadi kekuatan yang seolah-olah tidak bisa disentuh," tegas Benny.


Bagikan Artikel ini ke