Berita DKI Jakarta

258



TVRI JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengaku telah menarik izin edar produk bio nuswa dari pasaran lantaran dinilai over klaim dapat menyembuhkan virus COVID19.

Setelah ramai di perbincangkan di media sosial terkait aksi seorang pria bernama hadi pranoto yang mengaku menemukan obat herbal untuk COVID19, badan pengawas obat dan makanan (BPOM) akhirnya angkat bicara.

Di temui di kantor BPOM pusat di kawasan percetakan negara, Jakarta Pusat, Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito mengaku telah menarik izin edar produk bio nuswa dari pasaran jauh sebelum produk ini viral di media sosial.

Penarikan izin edar produk bio nuswa lantaran BPOM menilai produk tersebut over klaim dapat menyembuhkan virus COVID19.

Hal tersebut dibuktikan dari hasil cyber patrol yang dilakukan BPOM yang menemukan iklan produk bio nuswa di media sosial yang mengklaim dapat menyembuhkan virus COVID19.

Selain itu, BPOM mengungkapkan jika izin produk yang dikeluarkan terhadap produk bio nuswa merupakan izin herbal tradisional yang belum menjalani uji klinik.

Atas dasar tersebut pihak bio nuswa tak dapat mengklaim jika produknya dapat menyembuhkan virus COVID19 seperti produk obat pada umumnya.

Seperti diketahui, jagad dunia maya ramai memperbincangkan aksi seorang pria bernama Hadi Pranoto yang mengaku menemukan obat herbal untuk COVID19.

Bahkan aksi Hadi Pranoto tersebut berujung pelaporan yang dilakukan ketua umum cyber Indonesia, Muanas Al Aidid ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut dilakukan atas dasar ke khawatiran muanas atas aksi Hadi Pranoto yang ada dalam kanal youtube Dunia Manji soal klaim temuan obat COVID19 itu di telan mentah mentah oleh masyarakat.


Bagikan Artikel ini ke