Berita DKI Jakarta

429



TVRI Jakarta - Direktorat Ekonomi Khusus Bareskrim Polri  mengungkap kasus penipuan lintas negara berkedok penyediaan alat-alat pencegahan COVID-19. Selain, mengamankan 4 orang tersangka. Petugas juga menyita uang tunai sebesar 141 miliar rupiah dari total kerugian yang dialami para korban sebesar 276 miliar rupiah. Sindikat ini didalangi oleh seorang warga negara asing asal Benua Afrika.

Uang tunai hasil penipuan sebesar 141 miliar rupiah ini dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Bareskrim Polri. Uang pecahan seratus ribu rupiah dan lima puluh ribu rupiah ini disita dari empat orang tersangka kasus penipuan lintas negara yang didalangi warga negara asing asal Benua Afrika. Dua tersangka asal Indonesia, Hafizh dan Belen Adhiwijaya turut dihadirkan. Sementara, dua tersangka lain yakni Udeze Celestine Naemeka dan Herman telah ditangkap terlebih dahulu.

Kabareskrim Komisaris Jenderal Polisi Listiyo Sigit Prabowo menjelaskan  komplotan ini beraksi dengan memanfaatkan situasi negara-negara yang sedang mencari peralatan pencegahan COVID-19 baik alat pelindung diri maupun alat rapid test berkedok perusahaan dari Korea. Para tersangka mengirimkan surat elektronik ke sebuah perusahaan Belanda  dan meminta untuk mentransfer uang pembayaran perlatan COVID 19 ke rekening perusahaan para tersangka  yang merupakan perusahaan fiktif .

“Menjadi kewajiban kita bagaimana kemudian kita ungkap kasus ini untuk kemudian mengembalikan citra Indonesia di mata internasional terkait dengan masalah ini,” ujar Listyo kepada wartawan di gedung Bareskrim

Tak hanya perusahaan asal Belanda komplotan ini juga menipu warga Italia, Argentina, Yunani dan Jerman dengan total kerugian yang dialami para korban sebesar 276 miliar rupiah. Para tersangka akhirnya dibekuk Direktorat Ekonomi Khusus setelah MABES POLRI menerima informasi dari Interpol Belanda terkait adanya penipuan bermodus bussiness email compromise bekerja sama dengan PPATK. Aliran dana para tersangka berhasil dilacak hingga akhirnya disita sebesar 141 miliar rupiah.

“Kelompok ini memanfaatkan situasi ini dengan memanfaatkan celah l-celah dimana negara-negara sedang mencari alat-alat terkait dengan masalah pencegahan Covid-19,” tambahnya.

Selain uang tunai  petugas juga menyita sejumlah dokumen fiktif  dan aset seperti tanah, mobil,  rumah dan valuta asing milik para tersangka. Kini tersangka mendekam di ruang tahanan BARESKRIM POLRI dan akan dijerat pasal berlapis baik KUHP maupun undang-undang tindak pidana pencucian uang dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Bagikan Artikel ini ke