Berita DKI Jakarta

92



TVRI Jakarta - Sedikitnya dua ratus ribu batang rokok dan seribu botol miras ilegal, yang merupakan barang bukti dari enam puluh dua pengungkapan kasus pabean dan cukai, sepanjang tahun 2020, dimusnahkan pihak Bea Cukai Marunda, Jakarta Utara.

Dengan keberhasilan pengungkapan kasus ini, pihak bea cukai berhasil menyelamatkan uang negara sebesar satu koma delapan miliar rupiah.

Pihak Bea Cukai Marunda Jakarta, memusnahkan barang bukti hasil pengungkapan tindak pidana pabean dan cukai, berupa dua ratus sepuluh ribu batang rokok, 47 batang cerutu, dan seribu tiga puluh delapan botol miras, dengan total nilai mencapai empat ratus sebelas juta rupiah, dengan potensi kerugian negara sebesar 128 juta rupiah.

Ratusan ribu batang rokok ilegal tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar, sementara untuk minuman keras dimusnahkan dengan cara digilas menggunakan bulozer, dengan disaksikan langsung oleh pihak Kejari, Polri, dan TNI.

Kepala kantor Bea Cukai Marunda, Sehat Yulianto, menyatakan, hingga akhir oktober 2020, pihaknya berhasil mengungkap 62 kasus pabean dan cukai, dengan potensi kerugian negara mencapai satu koma delapan miliar rupiah.

"Di mana barang hasil penindakan telah ditetapkan sebagai barang milik negara (BMN) dan telah mendapatkan persetujuan untuk dilakukan pemusnahan dari Menteri Keuangan atas nama Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta II," kata Sehat di lokasi.

Selain rokok dan miras, petugas juga menyita barang-barang import yang masuk ke indonesia secara ilegal, seperti pakaian dan sepatu. Pada tahun 2020 ini petugas juga berhasil mengungkap lima kasus penyelundupan narkotika jenis ganja, tembakau gorila, dan pil ketamine.

Ironisnya di tengah masa pandemi COVID-19, jumlah kasus penyelundupan serta pelanggaran pabean dan cukai justru meningkat. bahkan keberhasilan pengungkapan 62 kasus pada tahun ini, jauh melebihi target yang awalnya hanya menargetkan sekitar 34 kasus.


Bagikan Artikel ini ke