Berita DKI Jakarta

289



JAKARTA, TVRI JAKARTA - Kurang dari satu pekan hari raya Idul Fitri, membuat banyak pedagang pakaian akhirnya nekat kembali berjualan secara terang - terangan, demi memanfaatkan masyarakat yang memburu pakaian lebaran. Para pedagang mengaku terpaksa berjualan di tengah pembatasan sosial berskala besar lantaran tidak ada lagi simpanan uang untuk kebutuhan hidup sehari hari serta lebaran.

Setelah lebih dari satu bulan mati suri, kondisi pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat kini kembali ramai seperti biasanya. Kepadatan tak hanya terlihat pada volume kendaraan saja, tetapi juga pengunjung yang berjalan kaki memburu pakaian lebaran.

Hampir di sepanjang trotoar dipenuhi hilir mudik pengunjung yang berlomba - lomba mencari pakaian yang dijajakan para pedagang kaki lima. Sayangnya, keinginan untuk berbelanja kebutuhan lebaran itu justru mengabaikan physical distancing, dimana terjadi kerumunan tanpa jarak aman.

Meski masih dalam masa pembatasan sosial berskala besar yang melarang adanya aktifitas jual beli, namun para pedagang mengaku terpaksa berjualan demi bisa bertahan hidup. 

Mereka berharap diberikan kesempatan untuk berjualan hingga mendekati hari raya Idul Fitri  nanti, agar dapat memperbaikan keterpurukan kemarin.

“semua pedagang bergantung disini, karena kesempatan hanya empat hari saja” kata Edyar, pedagang.

Hingga menjelang sore ini belum juga ada petugas terkait yang melakukan razia atau membubarkan kerumunan orang. Padahal sebelumnya petugas satpol pp sangat gencar melakukan razia dengan sanksi sosial sesuai pergub nomor 41 tahun 2020.


Bagikan Artikel ini ke