Berita DKI Jakarta

385



TVRI JAKARTA - Pengusaha transportasi di bawah asiosiasi Perkumpulan Pengusaha Bus Pariwisata dan Rental se Indonesia (Pebparindo) meminta kejelasan hukum terkait restukturisasi kredit kepada pelaku usaha UMKM, akibat dampak Covid-19. Sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara debitur dan kreditur, atas arahan pemerintah pusat.

Penyebaran covid 19 berdampak pada usaha transportasi, seperti bus pariwisata dan rental mobil yang saat ini mulai sepi dari permintaan sewa. Banyak dari para driver bus dan mobil rental yang terpaksa di rumahkan akibat sepinya orderan.

Akibat kondisi ini membuat perusahaan bus pariwisata dan rental mobil, kesulitan untuk membayarkan kredit mobil kepada debitur, lantaran turunnya omset yang di dapatkan.

Langkah pemerintah pusat memberikan restukturisasi bagi debitur UMKM, berupa penurunan suku bungan pinjaman, perpanjang jangka waktu, pengaturan kembali jadwal angsuran pokok, serta pemberian keringanan tunggakan bunga sesuai dengan kondisi debitur, sangat di harapkan agar terealisasi oleh para pengusaha bus pariwisata dan rental mobil.

Para pengusaha transportasi di bawah asiosiasi Pebparindo, berharap sistem yang di gunakan oleh penyedia pembiayaan, seperti bank maupun non bank, untuk mengurangi suku bunga, dan mengurangi hutang pokok, sehingga para pelaku usaha tidak di beratkan dengan pembengkakan cicilan.

“statement yang sudah dituturkan secara resmi termasuk surat menanggapi tentang donasi, kami yang mewakili perusahaan trasnportasi ini mengharapkan bank mengurangi suku bunga, sehingga kami tidak menanggung banyak cicilan.” ujar  Januari Iwan, Ketua Pebparindo.

Salah satu asosiasi yang tergabung dalam pebparindo, yakni rent car indonesia, telah mengularkan kebijakan bagi anggotanya untuk tidak lagi melakukan kredit kendaraan pada perusahaan leasing company yang tidak mengikuti intruksi dari pemerintah.

“RCI mengeluarkan kebijakan untuk megajak seluruh pengusaha transportasi tidak lagi melakukan kredit kendaraaan kepada lembaga keuangan yang kebijakannya menyulitkan rental mobil seluruh Indonesia.” ujar Rihan Sutami, Ketua Rent Car Indonesia (RCI) Jabodetabek. (BS)


Bagikan Artikel ini ke