Berita DKI Jakarta

84



TVRI JAKARTA - TNI angkatan laut melalui guskamla komando Armada I menangkap kapal laut berbendera hongkong, lantaran menyalahgunakan izin pelayaran. kapal yang dijadwalkan tiba di banten januari lalu ini, terlambat datang, sehingga dilakukan pencarian oleh TNI AL. selain itu, nahkoda kapal juga diduga melakukan tindak pidana penggelapan dan pemanfaatan ruang laut secara menetap dengan tidak memiliki izin lokasi.

Beginilah suasana penangkapan kapal motor mv fon tai berbendera hongkong yang membawa dua puluh dua awak kapal, berasal dari china dan myanmar, di perairan selat sunda banten, pada selasa sore.

Kapal yang bermuatan besi, berangkat dari dubai, uni emirat arab tersebut, digiring ke perairan selat sunda oleh TNI Angkatan Laut, dari perairan bintan, lima puluh mil dari perairan banten, lantaran diduga telah menyelewengkan izin pelayanan yang semula dijadwalkan tiba di banten pada januari lalu.

Selain melakukan pelanggaran pelayaran, nahkoda kapal yang diketahui warga negara tiongkok tersebut, mematikan automatic identification sistem atau ais, dan menggunakan lego jangkar tanpa memiliki izin pada kapalnya, sehingga membuat Komando Armada I bersama instansi terkait melakukan pencarian terhadap transportasi laut ini.

Selanjutnya, kasus ini akan dikembangkan lagi oleh pangkalan TNI angkatan laut lanal banten, guna mengetahui lebih lanjut terkait pelanggaran yang dibuat oleh warga negara asing ini.

Sementara itu, aparat TNI angkatan laut banten juga menyita kapal tersebut sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.


Bagikan Artikel ini ke