Kegiatan Nasional

1858



Jakarta, (3/10/2019) Ketua Dewas LPP TVRI Arif Hidayat Thamrin membuka diskusi Penguatan kelembagaan Lembaga Penyiaran Publik TVRI dan RRI bertempat di ruang rapat Dewas LPP TVRI. Peserta yang diundang dalam kesempatan tersebut adalah Ketua Dewas LPP RRI beserta anggota, anggota Dewas LPP TVRI, Kapuslitbang LPP TVRI, Tenaga Ahli Dewas LPP TVRI, Kabag Kelembagaan, Kabid Pengkajian Kelembagaan dan Kasubag Sekretariat Dewas LPP TVRI beserta staf. Narasumber diskusi penguatan kelembagaan adalah Asisten Deputy Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB beserta staf.

Dalam diskusi tersebut Ketua Dewas LPP TVRI dan LPP RRI memaparkan bahan usulan dan masukan dari kedua lembaga mengenai usulan pembentukan Lembaga Penyiaran Publik RTRI dan model struktur organisasi RTRI. Dengan latar belakang untuk memperkuat LPP perlu solusi yang memberikan ruang yang lebih besar kepada LPP untuk menjadi National Flag Carrier dan garda terdepan untuk memenuhi hak hak public. Menjadikan LPP sebagai entitas penyiaran yang memiliki konsern lebih terhadap identitas bangsa dan kultur nasional. Memperkuat LPP sebagai Lembaga Penyiaran yang berperan dalam ketahanan nasional, keutuhan NKRI, Ideologi, jati diri bangsa dan masyarakat madani. Memperkuat RTRI menjadi Lembaga Penyiaran Publik yang independen, netral dan tidak komersial yang bertanggungjawab kepada Presiden selaku Kepala Negara. 

Asisten Deputy Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan RB menjelaskan bahwa persoalan kelembagaan di TVRI dan RRI sebenarnya sudah final dan kuat dengan terbentuk cluster kelembagaan yang dirancang oleh Kemenpan RB. Oleh sebab itu masalah yang terjadi selama ini adalah keterbatasan pengelolaan anggaran dan pembina kepegawaian yang belum maksimal dapat dicarikan solusi yang lebih simple dan sederhana adalah melakukan revisi Peraturan Pemerintah tentang LPP TVRI dan LPP RRI. Diskusi tersebut cukup hangat dan penuh dinamika yang menurut ketua Dewas LPP TVRI dan Ketua Dewas LPP RRI agar segera ditindaklanjuti dengan pertemuan dan diskusi yang lebih mendalam.


Bagikan Artikel ini ke