Berita DKI Jakarta

227



TVRI JAKARTA - Dugaan korupsi pengadaan lahan Sport Centre, Kejati Banten telah  periksa belasan saksi, pemeriksaan saksi bertujuan untuk mengumpulkan alat bukti sebagai bahan penyelidikan terhadap kasus ini, agar, perkara yang telah lama di tangani ini bisa segera terungkap.

Lahan Sport Centre seluas 60 hektar yang berada di Kelurahan Kemanisan, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten, menuai permasalahan bahkan, belasan  saksi telah diperiksa oleh kejaksaan termasuk salah seorang anggota DPRD Banten, Fahmi Hakim. Meski tersandung masalah pengadaan lahan yang tengah di tangani kejaksaan,pembangunan sport centre tetap berlanjut.

Anggaran proyek  pembangunan Sport Centre di Ibu Kota Provinsi Banten, mencapai 980 miliar dan di targetkan selesai pada tahun 2021, namun, ditengah berlangsung nya pembangunan sport centre, dugaan kasus korupsi  pengadaan lahan seluas 60 hektar kini tengah di garap Kejati, lantaran ada indikasi mark up dalam pembeliaan lahan. Kasus ini terjadi sejak kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah dan sempat menyeret adik kandung nya Tubagus Chairil Wardana.

Asisten  Bidang Intelijen Kejati Banten, Chairul Fauzi, mengatakan, dugaan kasus korupsi pengadaan  lahan sport centre terus dilakukan pendalaman untuk mengumpulkan alat bukti dan dokumen, baru-baru ini anggota DPRD Banten dari Fraksi Golkar, Fahmi Hakim, turut diperiksa oleh lembaga penegak hukum itu. Bahkan kemungkinan pemeriksaan saksi masih terus  bertambah yang melibatkan pejabat lain nya, kasus ini akan terus di ungkap karena,telah merugikan keuangan negara.

Menurut Chairul, penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan sport centre kini telah dilimpahkan ke bidang pidana khusus. Pihak nya meminta masyarakat agar bersabar menunggu hasil dari penyelidikan aparat penegak hukum karena untuk menentukan tersangka butuh alat bukti yang kuat.


Bagikan Artikel ini ke