Berita DKI Jakarta

348



TVRI JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menegah, Teten Masduki, melepas ekspor 27 ton ikan komoditi gabungan dari sejumlah UMKM, di pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Ekspor puluhan ton ikan di masa pandemi COVID19 ini, untuk pertama kalinya akan dikirim ke Dongguan, China. 

Geliat perekonomian mulai terlihat bangkit, usai pemerintah melonggarkan peraturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menegah, Teten Masduki, melepas ekspor 27 ton ikan gabungan dari UMKM bidang komoditas hasil laut, di pelabuhan Nizam Zachman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Ekspor dengan tujuan wilayah Dongguan, China, ini, merupakan ekspor perdana di tengah masa pandemi virus COVID19, yang tengah merebak di wilayah Indonesia. menurut Teten Masduki, saat ini pemerintah tengah berupaya meningkatkan kembali perekonomian Indonesia, dengan menggenjot pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, dengan memberikan berbagai stimulus seperti subsidi bunga dan pembebasan pajak, pemberian tambahan modal usaha, hingga pendampingan market.

“target kita sasat ini 14 persen dan 2024 dua kali lipatnya. Jadi ini cukup bagus ditengah covid19 kita sudah bisa konsolidasi hasil nelayan yang kita tau 90 persen hasil dari umkm,” ujar Teten Masduki , Menteri Koperasi dan UKM.

“ini semua memang harus kesinambungan, supplier manajamen logistik ada jadi transasksinya bisa terjadi. Kalau berdiri sendiri akan susah,” jawab Siswadhi Pranoto, Eksportir Ikan.

Meski pada masa pandemi ini, aktifitas ekspor mengalami kendala di Amerika dan Eropa, karena banyak negara yang menerapkan lockdown, namun pengiriman ke negara di Asia khususnya China akan dilakukan berkesinambungan, mengingat permintaan ikan tenggiri, layur, cumi, dan bawal, cukup tinggi. (BS)


Bagikan Artikel ini ke