Kegiatan Nasional

1657



Surabaya (8/28/2019) Dalam rangka mendorong terwujudnya program pendidikan dan kebudayaan di LPP TVRI yang dapat menguatkan ketahanan nasional, maka Dewan Pengawas LPP TVRI bekerjasama dengan Unversitas Airlangga Surabaya mengadakan Fokus Group Discussion selama 1 (satu) hari yang melibatkan Mahasiswa, Dosen, Tokoh Pendidikan, Budayawan, Anggota Dewan Pengawas LPP TVRI, Kepsta dan Pejabat Strukutural TVRI Stasiun Jawa Timur dan Lembaga Swadaya Masyarakat serta komponen lainnya yang peduli terhadap program pendidikan di Televisi.

Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI Arief Hidayat Thamrin menegaskan bahwa LPP TVRI sebagai lembaga penyiaran publik harus mampu mendengar dan membuka komunikasi yang luas terutama mengenai program pendidikan sehingga dapat optimal serta mampu memberikan pencerahan dan inspirasi masyarakat dalam rangka menguatkan ketahanan nasional. dan menurut ketua dewas TVRI bahwa saat ini banyak sekali ancaman dari luar maupun dari dalam terhadap tumbuh dan berkembangnya generasi milnial di era digital.

FGD yang berlangsung di ruang rapat rektorat Universitas Airlangga ini berlangsung cair dan dinamis yang penuh dengan kritik tajam yang dikemukakan oleh narasumber diantaranya adalah Prof.Ir.Sudjarwadi,M.Eg, Ph.D selaku Ketua Majelis Pendidikan Kemenristekdikti, Nisa Felica Farids,Ph.D dari Studi Pendidikan dan Kebijakan, Prof. Achmad Muzaki selaku Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Masduki,M.Si,Ph.D selaku Ketua LSM Rumah Perubahan, DR. Suko Widodo,M.Si sebagai pakar komunikasi Universitas Airlangga dan Taufik Hidayat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur.

Hasil yang diharapkan dari FGD ini adalah tersedianya masukan dari pemangku kepentingan dan pakar serta masyarakat sipil bidang penyiaran mengenai dampak disrupsi informasi melalui media baru terhadap ketahan nasional dan jati diri bangsa serta mampu mewujudkan program pendidikan dan kebudayaan di layar TVRI yang dapat menguatkan ketahanan nasional.


Bagikan Artikel ini ke