Berita DKI Jakarta

300



TVRI Jakarta - Agar tidak mengganggu kedatangan dan kepulangan para penumpang kereta api jarak jauh akibat adanya aksi unjuk rasa di Jakarta, membuat PT KAI, mengubah pola operasi pemberhentian kereta. PT KAI juga memastikan, jika para penumpang dapat turun ke stasiun transit Jatinegara, Jakarta Timur. Adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan berbagai elemen masyarakat membuat PT KAI merubah pola operasional kereta jarak jauh.

Para penumpang PT KAI yang akan kembali atau berangkat melalui Stasiun Gambir, bisa dilakukan di stasiun transit Jatinegara, Jakarta Timur. Hal itu di lakukan karena selain adanya aksi unjuk rasa juga akibat adanya penutupan ruas jalan di sekitar area Stasiun Gambir.

Ervan salah seorang pengguna krl mengakui adanya rekayasa operasional kereta jarah jauh ini membuat  waktu perjalanannya sedikit terhambat karena kereta harus berhenti di setiap stasiun. Kondisi ini berdampak bagi penumpang yang akan berangkat pada pagi atau pun sore hari.

PT KAI juga memastikan jika kereta jarak jauh tersebut tetap akan mengangkut dan menurunkan para penumpang melalui Stasiun Gambir serta tidak merubah jadwal perjalanan kereta. Setidaknya ada enam kereta api keberangkatan stasiun Gambir yang berhenti di Stasiun Jatinegara akibat adanya kebijakan rekayasa operasional kereta api jarak jauh ini.

“Guna antisipasi keterlambatan para pengguna jasa kereta menuju Stasiun Gambir karena pengalihan arus lalu lintas sejulah ruas jalan raya menuju area Stasiun Gambir, DAOP 1 Jakarta melakukan pola operasi untuk keberangkatan KJJ pada Selasa 13 Oktober” ungkap Eva Chairunisa, Humas DAOP 1 Jakarta.   

Sementara itu menurut Kepala Humas DAOP 1 PT KAI Jakarta, Eva Chairunisa, dengan adanya perpindahan stasiun ini diharapkan dapat mempermudah para penumpang untuk mengantisipasi keberangkatan atau kepulangan para penumpang.


Bagikan Artikel ini ke