Berita DKI Jakarta

196



TVRI JAKARTA - Hasil pemeriksaan terhadap empat puluh empat Warga Negara Asing asal Afrika yang terjaring razia tim pengawasan orang asing di Sawah Besar Jakarta Pusat akhirnya diancam dengan Undang-undang keimigrasian.

Meski dari mereka menyalahi ijin tinggal atau overstay karena alasan COVID19 , namun WNA ini tetap diancam sangsi karena semestinya tetap melaporkan dirinya ke kantor imigrasi sesuai domisili untuk mendapatkan fasilitas ijin tinggal darurat.

44 WNA yang terjaring razia keimigrasia di Jalan Kartini Tiga Sawah Besar, Jakarta Pusat , 23 WNA asal Afrika ini tidak bisa menunjukkan paspor maupun dokumen perjalanan.

Sebanyak 17 WNA asal Nigeria, 2 WNA asal Pantai Gading dan 2 asal Senegal menyalahi ijin tinggal atau over stay.

Kepala kantor imigrasi kelas satu Jakarta Pusat, Barron Ichan memastikan, WNA yang overstay diduga melanggar Pasal 78 Undang-undang No.6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Adapun yang tanpa dokumen melanggar Pasal 119 Undang-undang No.6 Tahun 2011 dengan ancaman penjara lima tahun dan denda 500 juta.

Meski yang terkena overstay mereka mengaku karena terkendala pandemi COVID19 namun pihak imigrasi meminta para WNA mestinya mengurus surat tinggal darurat.

Kantor imigrasi telah menyediakan fasilitas perpanjangan izin tinggal bagi WNA sesuai dengan domisilinya di Indonesia.

"Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) kota administrasi Jakarta Pusat berhasil mengamankan 44 orang WNA, seluruhnya laki-laki," ujar Barron Ichsan, Kepala Kanim Non TPI Jakpus

Sebelumnya, tim pora Jakarta Pusat merazia WNA yang tinggal di rumah kos di kawasan Kartini Sawah Besar.

Petugas sempat kesulitan memeriksa dokumen keimigrasian para WNA karena ada yang sengaja menutup pintu hingga petugas harus mendobrak paksa.


Bagikan Artikel ini ke