Berita DKI Jakarta

87



TVRI Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), melakukan inspeksi mendadak dan mengawasi sejumlah sekolah di kota Cilegon, yang akan memulai melakukan adaptasi kebiasaan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19.

Dalam sidaknya ini, KPAI menemukan banyaknya sekolah yang belum menerapkan benar-benar sesuai Standar Pperasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan sebelum kegiatan belajar mengajar secara tatap muka kembali digelar.

Komisi Perlindungan Anak (KPAI) melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di kota Cilegon, Banten.

Selain melakukan inspeksi mendadak, KPAI juga mengawasi dan memeriksa seluruh ruangan, mulai dari ruang kelas, ruang guru, ruang perpustakaan, sarana tempat ibadah, ruang tata usaha serta sejumlah ruang lainnya yang dijadikan sebagai tempat bertemunya tamu, selain dari para guru dan siswa.

Dalam pengawasan yang dilakukannya, KPAI menemukan ruang perpustakaan dan ruang kelas yang belum ada batas jarak aman dari bangku siswa yang satu ke bangku siswa lainnya, juga tempat ibadah yang tidak berikan tanda silang sebagai tanda jarak aman.

Tak hanya itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menemukan sejumlah fasilitas tempat mencuci tangan yang airnya tidak mengalir deras, juga tidak tersedianya sarana tempat mencuci tangan di depan pintu masuk sekolah.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan, pengawasan di sekolah ini harus benar-benar sesuai standar operasional prosedur atau sop protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, sebelum memasuki adaptasi kebiasaan baru dengan kembalinya kegiatan belajar mengajar guru dan siswa di sekolah.

“Kita ingin tahu sejauh mana sekolah disini benar-benar menerapkan SOP Protokol Kesehatan, dan kita menemukan ruang perpustakaan dan ruang kelas yang belum ada batas jarak aman dari bangku siswa yang satu ke bangku siswa lainnya, juga tempat ibadah yang tidak berikan tanda silang sebagai tanda jarak aman,” kata Retno Listyarti.

Sementara itu, kepala SMP Negeri Dua Kota Cilegon mengaku, pihaknya akan mengikuti sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan memperbaiki fasilitas penunjang sekolah untuk para guru dan murid di tengah pandemi Covid-19, dengan banyaknya persiapan yang maksimal.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kedatangan KPAI ke SMP Negeri 2, dengan memberikan masukan dan sarannya akan benahi semaksimal agar sekolah disini benar-benar sesuai dengan keinginan dari KPAI, karena kami disini sudah ada dan tinggal pelaksanaannya agar sesuai dengan SOP Protokol Kesehatan,” tukasnya.

Berdasarkan hasil pengawasan yang telah dilakukan KPAI, dari tiga puluh tujuh sekolah di tanah air, baru satu sekolah yang benar-benar sesuai SOP Protokol Kesehatan yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat.


Bagikan Artikel ini ke