Berita DKI Jakarta

116



Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak menyarakan Dinas Pendidikan tetap menerapkan belajar di rumah bagi para siswa jika tatanan hidup baru atau new normal jadi diterapkan.

Sebab, ia menilai, kondisi saat ini masih sangat berbahaya bagi para siswa, khususnya yang duduk di jenjang SD dan SMP.

"Mereka memang bisa dikontrol oleh guru saat di sekolah, tapi ketika pulang bagaimana? Di perjalanan ini berbahaya," ucapnya, Selasa (2,6,2020).

Politisi senior PDIP ini pun menyarankan penundaan kegiatan belajar mengajar di sekolah hingga 4 bulan ke depan, menunggu situasi dan kondisi penyebaran COVID19 makin membaik.

Terlebih, ia menyebut, biasanya hanya 20 persen pembelajaran di sekolah yang bisa diserap oleh para siswa.

Sedangkan, 80 persen lainnya para siswa mengasah soft skill mereka untuk berorganisasi, berkomuninikasi, dan membangun jaringan.

"Jadi, seandainya kita undur pendidikan kita untuk 4 bulan atau 3 bulan lagi saya rasa enggak begitu mengganggu," ujarnya saat dikonfirmasi.

Terkait kalender pendidikan yang telah ditetapkan tanggal 13 Juli sebagai hari pertama tahun ajaran 2020,2021, Jhonny mengatakan, Disdik DKI tak harus mengubahnya.

Menurutnya, pembelajaran pada awal tahun ajaran baru bisa dilaksanakan secara online oleh para siswa di rumah masing-masing.

 

"Belum lah dulu (belajar di sekolah), biar mereka belajar dari rumah saja. Apalagi sudah ada teknologi dan segala macamnya di Jakarta," kata Jhonny.

Agar proses pembelajaran bisa lebih efektif, ia pun menyarankan supaya sekolah mempererat hubungan dan komunikasi dengan para orang tua murid.

Grup whatsapp pun disebut Jhonny bisa menjadi sarana penghubungan antara sekolah yang diwakilkan oleh guru kelas dan para orang tua murid.

"Jadi wali kelas punya komunikasi yang tersistem dengan orang tua murid melalui grup itu," tuturnya.

Tujuannya agar orang tua murid turut berperan dalam mengawasi dan mendidik anaknya yang sedang belajar di rumah.


Bagikan Artikel ini ke