Berita DKI Jakarta

672



TVRI Jakarta - Setelah tidak bekerja menjadi buruh serabutan dikarenakan pandemi Covid-19. Warga di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, memanfaatkan limbah untuk dijadikan sofa dan meja unik yang terbuat dari drum bekas bernilai jutaan rupiah. 

Seperti inilah keseharian Misan, warga kampung Rawa Kalong, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. yang sudah tidak bekerja lagi sebagai buruh serabutan dikarenakan pandemi Covid-19.

Demi mencari uang untuk kebutuhan hidup sehari-hari, Misan memanfaatkan limbah untuk dijadikan sofa unik yang terbuat dari drum, busa serta kayu bekas.

Untuk pengerjaan satu set sofa unik ini, misan memakan waktu hingga sepuluh hari bahkan lebih tergantung tingkat kesulitan dan permintaan pemesan. dari hasil karyanya ini, satu set sofa unik ini di jual mulai dari dua juta rupiah hingga tiga juta rupiah.

Namun, banyak permintaan dan pemesanan sejak tiga bulan terakhir, membuat Misan kesulitan untuk mencari bahan baku limbahnya, seperti drum dan busa.

Sementara, petugas kepolisian polsek pakuhaji yang mengetahui warganya yang sudah tidak bekerja akibat terdampak Covid-19 dan memiliki usaha unik, langsung mendatangi rumah Misan untuk memberikan bahan baku limbah yang sulit didapatnya seperti busa, kayu, papan serta drum.

Misan mengaku, setelah tidak bekerja, dirinya mendapatkan ide dari sosial media untuk membuat sofa unik dari limbah. dirinya juga berterima kasih dengan petugas kepolisian yang peduli dan membantu meringankan usahanya, dengan memberikan bantuan bahan baku untuk membuat karyanya.

Sementara itu, Kapolsek Pakuhaji, AKP Edy Suprayito menjelaskan, berawal dari laporan petugasnya bahwa ada warganya yang bisa membuat sofa unik dari limbah, langsung melihat kondisi dan kebutuhan warganya, dirinya berusaha membantu dan mencarikan keperluan limbah yang di butuhkan Misan.

Meski demikian polisi memberikan apresisi dan semangat kepada Misan bahkan warga lainnya, yang mempunyai ide atau usaha kecil menengah untuk terus mengembangkan usahanya meski di masa pandem Covid-19 ini.


Bagikan Artikel ini ke