Kunjungan Daerah TVRI Nasional

178



Rabu, 5 September 2018 didampingi oleh Direktur Umum LPP TVRI Tumpak Pasaribu, Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya  beserta anggota tim lainnya melakukan kunjungan kerja di kantor DPRD Kota Banten.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka membahas rencana TVRI yang berkeinginan membuka stasiun baru di kota Banten. Disebutkan oleh Helmy Yahya bahwa selama ini stasiun untuk wilayah siar Banten masih bergabung dalam satu stasiun yang sama dengan DKI Jakarta di kantor pusat TVRI Jakarta, Senayan. Menurutnya, jika Banten memiliki stasiun sendiri maka diseminasi informasi di Banten akan lebih optimal dan berita khusus Banten akan bisa disiarkan secara Nasional.

Niat TVRI tersebut mendapat sambutan yang baik dari Pemerintah Provinsi Banten. Ditemui di kantor DPRD Banten, Ketua III DPRD Banten, Nuraini menyampaikan ajakan kepada TVRI untuk menjadi mitra pemerintah provinsi Banten. Nuraini menyebutkan bahwa bahkan sejak kepemimpinan direksi TVRI terdahulu sebenarnya telah disebutkan pada beberapa forum secara lisan keinginan Pemerintah Daerah Banten untuk memberi dukungan dalam bentuk konkrit kepada pihak TVRI.

Kadis Informasi dan Komunikasi, Komari menyebutkan bahwa pada dasarnya Gubernur menyetujui rencana pemberian dukungan kepada TVRI, namun hingga saat ini belum terlaksana disebabkan pertimbangan dari seluruh pihak terkait mengenai tahap kemandiriannya yang masih dipertanyakan.

Inspektorat Banten, Kusmayadi yang juga turut hadir pada pertemuan tersebut menjabarkan pelaksanaan pemanfaatan ini harus melalui pengawalan yang ketat dari aparat penegak hukum, serta harus melalui prosedur yang benar untuk menghindari adanya penyelewengan dari pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab.

Keputusan pertemuan hari itu disimpulkan bahwa akan segera dilaksanakan pertemuan dengan Gubernur Banten untuk audiensi dari pihak TVRI, hingga persiapan rencana pelaksanaan penandatangan kerjasama antara kedua pihak ini sehingga bentuk pelaksanaan pemanfaatan tersebut dapat terwujud nyata segera. (Annaba Ghassani)


Bagikan Artikel ini ke