Berita DKI Jakarta

495



TVRI JAKARTA - Memasuki H-5 Idul Fitri yang juga dibarengi dengan adanya larangan pelayanan mudik bagi masyarakat oleh pemerintah, ternyata berdampak pada pengusaha pelayaran di lintasan merak-bakauheni. gabungan pengusaha angkutan sungai danau dan penyeberangan mengaku, terjadi penurunan yang sangat signifikan pada angkutan penyeberangan hingga mencapai lima puluh persen, dibandingkan pada saat angkutan lebaran tahun lalu, lantaran minimnya kapal yang beroperasi juga tidak adanya kapal yang mengangkut pemudik.

Beginilah kondisi arus lalu lintas di pelabuhan penyeberangan merak, memasuki H-5 Idul Fitri 1441 Hijriyah. Arus lalu lintas di pelabuhan penyeberangan merak hanya terlihat antrean truk di areal dermaga pelabuhan untuk menunggu masuk ke dalam kapal.

Namun, di pelabuhan penyeberangan Merak, Banten, ini, tidak adanya pelayanan angkutan untuk pemudik, baik penumpang pejalan kaki, pemudik menggunakan sepeda motor, dan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, seperti pada tahun-tahun sebelumnya pada musim angkutan lebaran.

Larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah untuk memutus rantai pendemi covid-19, ternyata berdampak pada pengusaha pelayaran di lintasan Merak-Bakauheni.

Ketua gabungan pengusaha angkutan sungai danau dan penyeberangan ferry atau Gapasdaf Merak mengaku, saat ini terjadi penurunan yang sangat signifikan pada angkutan penyeberangan hingga mencapai lima puluh persen, dibandingkan pada angkutan lebaran tahun lalu.

Selain hanya kendaraan truk angkutan logistik, sembako dan bahan-bahan keperluan medis yang diperbolehkan menyeberang, juga minimnya pengoperasian jumlah armada kapal dan dermaga, yang sebelumnya beroperasi dua puluh lima hingga dua puluh sembilan kapal, untuk tujuh dermaga, saat ini hanya empat belas hingga enam belas kapal, untuk tiga dermaga reguler dan satu dermaga eksekutif.

“sudah ada larangan tidak boleh mudik, dan hanya boleh membawa kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok. Kita harus  mendukung anjuran pemerintah. Penurunan bisa sampai 50%,” ujar Togar Napitupulu, Ketua Gapasdaf Merak.

Meski saat ini para pengusaha pelayaran harus tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk berjuang melawan covid-19, namun para pengusaha pelayaran berharap, pandemi virus covid19 cepat berlalu dan hilang di indonesia, sehingga angkutan pelayaran dapat kembali normal.


Bagikan Artikel ini ke