Berita DKI Jakarta

92



TVRI Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Serang meminta masyarakat tidak menolak adanya vaksin COVID-19 yang diberikan pemerintah. Apalagi dengan menghubung-hubungkan bahwa zat dalam vaksin mengandung zat haram.

MUI kota Serang menyatakan vaksin virus COVID-19 sangat dibutuhkan masyarakat agar masyarakt bisa terbebas dari virus ini. Saat ini, bedasarkan informasi dari berita beberapa negara sudah produksi vaksin corona, termasuk yang akan dibeli oleh pemerintah Indonesia. 

Maka jika sudah ada vaksi COVID-19 dan akan dilakukan vaksinasi kepada masyarakat MUI tidak masalah dengan itu. Bahkan, MUI mengimbau agar masyarakat tidak menolak pemberian vaksin itu.

Amas Tajudin, Sekretaris MUI Kota Serang mengatakan, pada tahap awal ini sebaiknya tidak perlu berdebat tentang kandungan zat pada vaksin terlebih dahulu. karena saat ini masa darurat, di mana memang belum ada negara yang mampu menemukan obat COVID19, maka vaksin menjadi salah satu solusi bagi pengobatan untuk memproteksi corona. Lagipula sampai saat ini masyarakat belum tahu apa kandungan yang ada pada vaksin tersebut.

“jika benar sudah ada vaksin dan dianggap sebagai obat untuk pencegahan, maka selayaknya seluruh masyrakat tidak melakukan penolakan karena ini untuk kepentingan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan hidup,” kata Amas saat ditemui.

Keberadaan vaksin menurutnya jauh lebih baik dalam mengatasi korona daripada apa yang selama ini dilakukan masyarakat, yaitu menerapkan protokol kesehatan. Dengan adanya vaksinasi diharapkan masyarakat bisa kebal terhadap virus ini. Pada tataran ekstrem, bila saat ini hanya ada satu-satunya obat korona yang bisa menyelamakan manusia, maka bilapun ada zat haram, karena sifatnya darurat, maka dapat dibolehkan.

Amas berharap, pemerintah sebelum melakukan vaksinasi ke masyarakat hendaknya harus melakukan sosialisasi secara menyeluruh dan utuh kepada masyarakat.

Dengan sosialisasi yang benar, maka penolakan pada vaksin akan dapat dikurangi. Sebagai sesuatu yang baru wajar menurutnya bila ada penolakan. Namun seiring berjalannya waktu, dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat dan sosialisasi yang massif, maka masyarakat juga akan sadar dengan sendirinya.


Bagikan Artikel ini ke