Berita DKI Jakarta

84



TVRI JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah membuka pengembangan tenaga kerja untuk penanganan covid19, di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Serang atau BBPLK. Pada kesempatan itu, Menaker juga secara simbolis memberikan bantuan APD, kepada pondok pesantren, komunitas , organisasi hingga unsur lainnya.

Dalam kunjungannya ke BBPLK Serang, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melihat langsung proses pengembangan pembuatan penanganan COVID19, dari mulai pembuatan masker, wastafel, pelindung wajah hingga peti mati serta APD lainnya yang nantinya hasilnya akan disebar luaskan dalam rangka pencegahan penyebaran virus COVID19.

Usai melihat proses pembuatan APD, menaker juga memberikan bantuan apd kepada sejumlah perwakilan dari mulai ponpes, organisasi hingga komunitas lainnya. Dimana bantuan rersebut hasil produksi BBPLKS serang dalam rangka pengembangan penanganan COVID19 gelombang kedua, yang dibuat oleh peserta pelatihan kerja.

Menaker menyebutkan, banyak warga yang kehilangan pendapatan akibat terdampak dari virus corona. Pasalnya, serangan pandemi COVID19 tidak hanya berpengaruh pada sektor kesehatan dan perekonomian tapi yang paling kuat berpengaruh pada sektor ketenagakerjaan. Akibatnya, ada 3 juta lebih warga yang kehilangan mata pencaharian karena di rumahkan dan di PHK, dimana COVID19 menyebabkan 1,7 juta di PHK terutama yang kerja di sektor informal dan ada 1,3 juta yang di rumahkan, kurang lebih dampak ada 3 juta lebih yang tidak memiliki pendapatan sama sekali.

Namun saat ini pemerintah sedang konsisten dan berupaya dalam menangani dampak COVID19. Anggaran sebanyak 635,2 triliun dialokasikan untuk penyelesaian baik krisis kesehatan maupun perekonomian. 

Meski ditengah guncangan pandemi, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi dan produktivitas kinerja harus berjalan terus dengan menggunakan protokol kesehatan. sebab hingga kini, WHO belum tahu serangan virus COVID19 akan berakhir.

Ia pun berharap, masyarakat bisa dengan siap menghadapi kehidupan kenormalan baru kedepannya, dimana mengedepankan pentingnya protokol kesehatan. Maka itu, Menaker juga meminta BBPLK di seluruh Indonesia ini untuk terus mengembangkan penanganan COVID19.


Bagikan Artikel ini ke