Berita DKI Jakarta

492



TVRI Jakarta - Kementrian Dalam Negeri  gelar rakor pelakasanaan pemilihan kepala desa, pilkades serentak 2020 bersama sejumlah instansi terkait, untuk memastikan kesiapan tahapan pilkades di masa pandemi COVID-19.

Mendagri Tito Karnavian mengingatkan keselamatan masyarakat harus didahulukan karena itu bila ada daerah yang belum siap menyelenggarakan pilkades disarankan untuk menundanya.

Rapat koordinasi pelaksanaan pilkades serentak 2020 dipimpin langsung Mendagri Tito Karnavian di kantor Kemendagri. 

Selain jajaran Kemendagri dan kepala daerah yang akan menggelar pilkades, hadir pula secara virtual Menteri Desa Abdul Halim Iskandar dan perwakilan dari Kemenkes, BNPB, Kepolisian , TNI dan Kejaksaan Agung.

Berbekal dari pelaksanaan pemungutan suara pilkada serentak, Mendagri Tito Karnavian berharap dalam tahapan pelaksanaan pilkades serentak di 23 kabupaten dan kota juga bisa berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Tito mengimbau setiap wilayah untuk memastikan betul penerapan protokol kesehatan, seperti aturan pembatasan kapasitas pemilih yang menyambangi tps pilkades serentak.,

Bahkan mendagri mengingatkan kepala daerah bisa memilih opsi menunda gelaran pilkades 2020 apabila belum mampu memenuhi kelengkapan prokes COVID-19 karena kesehatan warga nomer satu.

“Dari Kemendagri saya sudah meminta kepada Dirjen Pemdes dan Sekjen untuk membentuk 23 tim, 23 tim ini akan berangkat ke seluruh 23 kabupaten ini, dan membawa ceklis, 4 jenis ceklis, tentang kesiapan di tingkat kepala daerah, bupati/walikota apakah siap, apakah sosialisasi sudah ada, dan seterusnya, ada ceklisnya,” kata Mendagri Tito.

Pemungutan suara pilkades serentak 2020 akan digelar pada minggu kedua dan ketiga Desember 2020 di 23 kabupaten dan kota.,

Total ada 1274 desa yang akan menggelar pilkades serentak dan lima diantaranya ada yang baru saja menggelar pemungutan suara pilkada 2020


Bagikan Artikel ini ke