Berita DKI Jakarta

311



TVRI JAKARTA - Terkait Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 pengelola pusat perbelanjaan, yang mewajibkan toko swalayan dan pasar rakyat menggunakan kantong ramah lingkungan, pertanggal 1 Juli lalu, rupanya tak sepenuhnya diikuti para pedagang pasar. 

Salah satunya di Pasar Tradisional Cengkareng Jakarta Barat, sebagian besar pedagang dan pembeli mengaku belum mengetahui adanya Peraturan Gubernur tersebut karena mereka tidak ada sosialisasi dari pengelola pasar di lokasi. 

Tampak aktifitas jual beli di pasar ini sangat ramai dari lalu lalang masyarakat yang mendatangi untuk membeli keperluan dapur rumah tangga. Namun, terkait peraturan gubernur nomor 142 tahun 2019 pengelola pusat perbelanjaan, yang mewajibkan toko swalayan dan pasar rakyat menggunakan kantong ramah lingkungan, bukan kantong plastik, belum sepenuhnya dilaksanakan sebagian pedagang pasar cengkareng. 

Para pedagang terlihat masih menggunakan kantong plastik untuk membungkus barang dagangannya yang dibeli masyarakat, para pedagang pun mengaku belum adanya sosialisasi terkait Peraturan Gubernur tersebut. "kita sih cukup kesulitan. Karena para pembeli juga kebanyakan enggak bawa apa-apa dari rumah. Jadi ujung-ujungnya pakai plastik juga," kata Lia selaku pedagang

Kebijakan ini sendiri diterapkan, untuk mengurangi volume sampah di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, setiap hari, terdapat 39 juta ton sampah yang menumpuk dan 34 persen merupakan limbah  sampah plastik.

Sementara itu meski sudah mengetahui Peraturan Gubernur tersebut masyarakat sendiri mengaku lupa membawa kantong ramah lingkungan saat mereka terburu buru pergi ke pasar.  "saya lupa bawa udah gitu kalau beli ayam gimana masa ga pake plastik," ujar salah satu warga


Bagikan Artikel ini ke