Berita DKI Jakarta

486



TVRI JAKARTA - Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI memprediksikan pemberlakuan perpanjangan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta akan menambah jumlah pengangguran di ibukota. Hal ini salah satu nya akibat banyak nya hotel dan restoran di Jakarta yang tutup.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta Krisnadi mengatakan perpanjangan pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan berdampak pada bertambahnya pengangguran di ibu kota. Jika kondisi ini tak segera diakhiri, kata dia, pengusaha hotel dan restoran akan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pasalnya, perusahaan tak akan sanggup lagi membiayai gaji pegawai di tengah minimnya pemasukan.

PHRI mencatat data per bulan mei 2020 saja, jumlah hotel di tambah restoran di Jakarta yang tutup akibat PSBB sudah mencapai seratus. Hingga kini, sebagian besar hotel dan restoran tersebut belum kembali buka karena prospek pasar makin suram dan besarnya kebutuhan modal. Krisnadi juga menyoroti bahwa pengetatan PSBB DKI Jakarta selama pandemi belum sepenuhnya efektif.

Menurutnya, jika penegakan aturan yang dijalankan masih tidak tegas, jumlah kasus baru harian di dki Jakarta tak akan menurun. Seperti di ketahui pemerintah provinsi (pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang PSBB hingga 11 Oktober 2020.

Keputusan itu berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 DKI Jakarta dan juga tertuang dalam keputusan gubernur provinsi DKI Jakarta nomor 959 tahun 2020 yang mengizinkan perpanjangan selama 14 hari jika kasus belum menurun secara signifikan.


Bagikan Artikel ini ke