Berita DKI Jakarta

313



TVRI JAKARTA - Pembatasan sosial berskala besar yang masih diberlakukan di ibukota membuat penutupan pusat grosir pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya kembali diperpanjang.

Sejumlah pedagang dan karyawan yang telah tiba di pasar tanah abang harus menahan rasa kecewa lantaran belum bisa beraktivitas seperti biasanya, padahal sudah tidak ada lagi pemasukan sejak tiga pekan lalu.

Rencana dibukanya pusat grosir pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada hari ini membuat sejumlah pedagang dan karyawan telah berdatangan.

Namun sayang mereka tak bisa memasuki area gedung lantaran penutupan area pasar tekstil terbesar se asia tenggara ini ternyata di perpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan .

Informasi tersebut baru mereka ketahui dari spanduk pengumuman yang terpasang di depan gedung, dimana Pemprov DKI memperpanjang penutupan pasar seiring masih diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar.

Sejumlah pedagang pun mengaku kecewa karena belum bisa beraktivitas normal sejak tiga minggu lalu . Tidak adanya pemasukan harian membuat mereka kebingungan untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

“kalo emang PSBB berlanjut pusing juga karena butuh makan, terus anak butuh jajan. Pengen ada pemasukan, tapi repot juga kalo ada penerapan gini.” ujar Heri, Pedagang.

Para pedagang berharap Pemprov DKI memberikan solusi jitu agar mereka bisa tetap bertahan hidup ditengah pandemi covid 19.

Seperti diketahui, guna memutus mata rantai penyebaran virus covid19, Pemprov DKI telah melakukan berbagai cara, mulai dari menerapkan physical distancing hingga pembatasan sosial berskala besar. Imbasnya, selain usaha makanan, layanan kesehatan dan apotek, sejumlah sektor usaha pun ditutup sementara.


Bagikan Artikel ini ke