Berita DKI Jakarta

248



TVRI JAKARTA - Pemerintah kota Serang Banten, mewajibkan para guru untuk di rapid test oleh Dinas Kesehatan. Meski banyak guru yang takut dan menolak, pemkot ancam akan menahan sertifikasi guru jika tetap menolak di rapid test.

Rapid test terhadap guru atau tenaga pendidik menjadi sebuah kewajiban bagi sekolah yang akan menggelar model pembelajaran tatap muka di masa pandemi. Karna hal itu dinilai sebagai salah satu jaminan kesehatan guru. Mengingat, rapid test guru bagian dari standar operasional prosedur atau SOP dari keputusan 4 menteri untuk daerah yang hendak membuka belajar tatap muka, dengan tujuan agar tidak ada klaster baru kasus COVID19 di sekolah.

Dengan sekolah dapat memfasilitasi protokol kesehatan sesuai prosedur, seperti menyediakan tempat cuci tangan serta menyemprot bio disinfektan sebelum dan sesudah menggelar belajar. Tentunya guru pun harus melakukan rapid test.

Dinas Pendidikan Kota Serang mengungkapkan 7.200 jumlah guru di Kota Serang, sejauh ini pelaksanaan rapid test berjalan secara bertahap. Jadi guru yang akan mengajar harus sudah rapid tes.

Guru yang tidak melakukan rapid test akan diberikan sanksi berupa penahanan sertifikasi. Hal itu dilakukan untuk memberikan kenyamanan siswa dalam belajar.

Dindik pun berharap para guru bisa mengikuti rapid tes agar kegiatan belajar tatap muka berlangsung nyaman, dan aman dari penyebaran virus COVID19.


Bagikan Artikel ini ke