Berita DKI Jakarta

469



Pemprov DKI Jakarta akan membuka kembali tempat hiburan dan panti pijat jika ada rekomendasi putusan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID19. Protokol kesehatan pun disiapkan untuk diterapkan kalau sewaktu-waktu diizinkan buka.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI masih menggodok protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID19 untuk tempat hiburan dan panti pijat di Ibu Kota.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI, Cucu Ahmad mengatakan, penyusunan protokol kesehatan dibahas bersama seluruh pelaku usaha dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

"Lagi disusun bareng-bareng, Dinas Pariwisata, pelaku industri, asosiasi dan Dinkes untuk prosedur COVID19 ketika tempat-tempat itu dibuka lagi," kata Cucu.

Ptotokol disiapkan termasuk pola pengawasan secara ketat kepada setiap tamu dan karyawan tempat hiburan dan panti pijat, sehingga bisa meminimalisasi risiko penyebaran virus corona.

"Apapun yang dilakukan ini harus bisa menekan penyebaran virus. Kaedah physical distancing, higienis, itu yang utama untuk karyawan ataupun tamu. Semuanya harus dipersiapkan secara matang, termasuk physical distancingnya kayak apa di lapangan," ujarnya.

Terkait waktu pembukaan tempat hiburan dan panti pijat di Jakarta, Cucu belum Bisa memastikan kapan karena kewenangannya ada di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID19 DKI Jakarta.

Sebagaimana diketahui, sejak PSBB diterapkan di Jakarta pada 10 April lalu, kedua tempat itu ditutup sementara. Namun, hingga kini PSBB jilid ketiga akan berakhir pada 4 Juni 2020, belum ada kepastian apakah keduanya kembali dibuka atau tidak.


Bagikan Artikel ini ke