Berita DKI Jakarta

426



TVRI JAKARTA - Memasuki era kelaziman baru, investasi di Provinsi Banten mulai meningkat, pada triwulan ke dua nilai investasi dalam negri atau penanam modal dalam negeri atau PMDN, sudah mencapai 13,4 triliun. Padahal, pada triwulan pertama saat kemunculan COVID19 hanya mencapai 6,8 triliun,dengan meningkat nya investasi pada triwulan ke dua menunjukan bahwa, pergerakan para investor sudah mulai membaik dan tak lagi takut untuk menanamkan modalnya di daerah ini.

Sejak semua wilayah di Provinsi Banten, berubah menjadi zona kuning serta  di longgarkan nya pembatasan sosial berskala besar di daerah Tangerang Raya, suhu investasi terus membaik, padahal, awal nya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu  Satu Pintu atau DPMPTSP Provinsi Banten sempat pesimis untuk mencapai target tahunan. Namun, melihat perkembangan terkini di triwulan ke dua nilai investasi sudah tembus 13,4 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Mahdani, mengatakan, dengan semakin baik nya percepatan penanganan COVID19, penanam modal dalam negri atau PMDN terus meningkat, melihat pergerakan para investor yang mulai berani menanam modal diprediksi target tahunan sebesar 49 triliun optimis tercapai, biasa nya menjelang akhir tahun pergerakan nya semakin tampak. Pemerintah Provinsi Banten hanya melayani PMDN sementara untuk penanam modal asing menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Menurut Mahdani, di era kelaziman baru pihak nya, terus menggenjot investasi dengan cara memudahkan layanan perizinan, di masa pandemi COVID19 semua layanan di lakukan secara online, meski demikian masih di temukan beberapa calon investor dalam negeri yang kesulitan dalam mengurus perizinan melalui sistem online.


Bagikan Artikel ini ke