Berita DKI Jakarta

56



TVRI Jakarta - Pemerintah  Provinsi Banten melalui Dinas Parawisata meminta Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemkab Pandeglang, menutup lokasi wisata pasca peristiwa perahu terbalik yang tewaskan tiga wisatawan di lokasi wisata Bendungan Cikoncang, Kecamatan Wanasalam kabupaten Lebak, Banten. Selain itu, wisata tersebut juga dinilai tidak mematuhi protokol kesehatan.

Bendungan Cikoncang di desa Katapan, kecamatan Wanasalam kabupaten Lebak, Banten yang menewaskan tiga wisatawan asal Pandeglang itu disayangkan Pemprov Banten, pemerintah provinsi meminta Pemkab Lebak maupun Pandeglang untuk menutup lokasi wisata tersebut. Selain menelen korban jiwa pasca kejadian perahu terbalik, lokasi wisata juga dinilai tidak menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Karena penumpang kapal sudah over kapasitas yakni membawa penumpang sebanyak 28 orang sementara cuaca pada saat itu sedang hujan deras. Selain itu pengelola tidak memperhatikan kondisi cuaca yang mengakibatkan kejadian tersebut.

“Perahu diduga menabrak sesuatu di tengah danau, kemudian perahu terbalik," kata Kepala Basarnas Banten, Zaenal Arifin, melalui pesan singkat.

Dinas Pariwisata provinsi pun akan segera memanggil pemerintah kabupaten Pandeglang dan Lebak, karena, Bendungan Cikoncang diapit oleh dua wilayah sebagian masuk ke wilayah desa Curug Ciung kecamatan Cikeusik kabupaten Pandeglang. Sebagian lain nya masuk ke desa Katapang kecamatan Wanasalam kabupaten Lebak.

Pemprov juga menegaskan Pemkab Pandeglang harus mengikuti kebijakan Pemprov Banten untuk menerapkan PSBB dan menutup semua obyek wisata sehingga tak ada warga nya yang bebas keluar masuk tanpa mematuhi protokol kesehatan.


Bagikan Artikel ini ke