Berita DKI Jakarta

157



TVRI JAKARTA - Ratusan  warga terdampak penggusuran proyek Jalan Tol Kunciran – Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, memilih tetap bertahan di lokasi penggusuran, dengan peralatan seadanya.

Bahkan, penggusuran tersebut juga berdampak pada proses belajar mengajar anak-anak, lantaran sejumlah buku pelajaran ikut tergusur pada proses eksekusi lahan.

Meskipun sempat melakukan penolakan, lantaran harga ganti rugi lahan tidak sesuai dengan kemauan warga, namun proses penggusuran puluhan rumah warga Kelurahan Juru Mudi, Kecamatan Benda, kota Tangerang Banten, tetap dilakukan.

Namun, sebagian warga terdampak penggusuran tersebut memilih untuk bertahan di lokasi penggusuran dengan peralatan seadanya, dan sebagian lainnya tinggal sementara di gedung DPRD Kota Tangerang.

Pada umumnya warga korban penggusuran mengaku mulai kesulitan mendapatkan makanan, lantaran peralatan rumah tangga milik mereka ikut tergusur dan tidak ada yang dapat diselamatkan lagi.

Selain itu, sejumlah anak-anak korban penggusuran ini pun, tidak lagi dapat mengikuti proses belajar mengajar, yang masih dilakukan secara daring, lantaran buku pelajaran milik mereka ikut tergusur pada proses eksekusi lahan.

“Eksekusi lahan tidak ada keputusan atau tidak tersurat sebelumnya, melainkan warga terkejut ketika ada orang aparat memerintahkan warga untuk mengosongkan lahan, namun warga menolak karena hak-hak mereka belum terpenuhi. Cara eksekusi aparat pun tidak mempertimbangkan hak-hak asasi manusia,” ujar salah seorang warga korban penggusuran, Kiki Lukiawati

Sedikitnya, 27 petak rumah warga yang dihuni 40 kepala keluarga menjadi korban penggusuran untuk  kepentingan proyek Jalan Tol Kunciran – Bandara Soekarno Hatta.

Warga berharap pihak kontraktor bisa memberikan ganti rugi sesuai dengan yang warga inginkan, yakni 10 koma 5 juta rupiah per meter, sedangkan yang ditawarkan oleh kontraktor hanya 2 juta rupiah, dimana jumlah tersebut dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan warga.

Bahkan hingga saat ini, meskipun proses penggusuran telah dilakukan, namun warga terdampak penggusuran tersebut belum menerima sepeser rupiah pun dari pihak kontraktor.


Bagikan Artikel ini ke