Berita DKI Jakarta

589



TVRI JAKARTA - Seni bela diri yang populer dan diminati di Indonesia salah satunya adalah Karate. Di mana selain teknik dasar judo dan teknik kempo, teknik dasar karate adalah yang paling kerap ingin dipelajari oleh banyak orang. Dengan semakin banyaknya peminat seni bela diri ini, maka di sekolah pun kerap dijadikan sebagai kegiatan ekstrakulikuler yang dapat dijadikan wadah untuk para siswa berprestasi dalam bidang olahraga.

Kihon merupakan salah satu teknik dasar dalam karate, secara harfiah memiliki makna fondasi dan itu artinya setiap karatedo atau sebutan pemain karate perlu menguasai kihon secara sempurna sebelum pada akhirnya bisa mengenal dan mempelajari kata serta kumite. Pada umumnya, pelatihan untuk teknik kihon diawali dengan mempelajari gerakan menendang dan memukul yang kita kenak denganbtahap sabuk puti serta gerakan bantingan yang ada pada sebuk cokelat.

Kuda-kuda adakah awal yang penting di dalam sebuah bela diri karena dianggap sebagai tumuan dari seluruh gerakan yang ada sehingga karatedo untuk mengenal dan mempelajarinya dengan baik. Tingkat atau posisi dalam karate dibedakan lewat keampaun dalam menghafal atau melakukan gerak yang maskimal dalam jurus ini. Tingkatan dibedakan oleh warna sabuk. Berbagai gerakan pun harus terus diperlajari dalam olahraga beladi ini dengan mengandalkan kekuatan fisik.

“Tertairik ikut karate sejak SMP, karena saya mau ngejar prestasinya. Yang berkesan tuh waktu di Mendagri di Palu tapi belum sempet dapat juara disana” tutur Putra, Karatedo.

Guna mengembangkan bakat para siswa dalam bidang olahraga karate, sekolah kerap emnfasiliaasi dengan mebuka kegiatan ekstrakulikuler. Dengan adanya kegiatan ekstrakulikuler pada setiap sekolah diharapkan dapat menjadi wadah untuk penyaluran energi para siswa. Baik dalam bidang olahraga, kesenian, keterampilan ataupun pengetahuan. Bahkan para siswa dapat berprestasi dengan sering menjuarai dalam berbagai kompetisi. (BS)


Bagikan Artikel ini ke