Berita DKI Jakarta

292



TVRI Jakarta - Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI, mengatakan perjuangan buruh akan terus dilakukan untuk menolak undang-undang cipta kerja, hingga ke Mahkamah Konsitusi (MK). Namun hingga saat ini konfederasi masih menunggu draft final omnibus law cipta kerja.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, akan berjuang serta melakukan aksi nya, dalam menolak omnibus law cipta kerja yang di sahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pihak nya masih menunggu draft final undang-undang omnibus law cipta kerja, untuk dipelajari dan nanti nya akan dibawa ke mahkamah konsitusi.

Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan, setelah mendapatkan draf asli UU Cipta Kerja, pihaknya akan langsung membandingkan aturan tersebut dengan UU Tenaga Kerja nomor 13 tahun 2003, setelah itu di lakukan sosialisasi kepada para buruh, untuk menghindari tuduhan hoax atau disinformasi ketika kelompok buruh menyampaikan tuntutannya.

Jika KSPI kembali melakukan aksi unjuk rasa, di pastikan kelompok buruh akan melakukan aksi nya secara damai serta mematahui hukum yang berlaku.

“Untuk yang kali ini kita akan tunggu draftnya yang beneran asli, sehingga kita bisa tentukan aksinya, apakah kita melakukan judicial review, sambil ada opsi aksi, atau opsi aksi sambil judical review atau bersamaan antara aksi dan judicial review,” ujar Said Iqbal Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia .

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal yang ditemui di kantornya di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, dirinya mengatakan mendukung langkah Presiden Joko Widodo dalam menarik investasi masuk ke Indonesia, tetapi jangan sampai merugikan pihak buruh.


Bagikan Artikel ini ke