Sindikat Pemalsuan Surat PCR Palsu di Bandara Soetta Ditangkap

TVRI Jakarta

19 - Jan - 2021 17:40

Berita - DKI Jakarta

Berita

TVRI Jakarta - Sindikat pemalsuan hasil swab pcr, berhasil di amankan anggota kepolisian Polres Kota Bandara Soekarno Hatta, setelah menjalankan aksinya di Bandara Soetta, Tangerang, Banten. Para pelaku, biasa menjual hasil surat swab pcr 1 juta, hingga 1,5 juta rupiah.

Sebanyak 15 tersangka pelaku pemalsuan hasil swab pcr, berhasil di tangkap tim Garuda Reskrim Polresta Bandara Soetta, Tangerang, Banten.

15 tersangka yang berinisial, MHJ, M, ZAP, DS, U, AA, UU, YS, SB, S, SC, IS, CY, RAS, dan PA, ini biasa menjalankan aksinya di Bandara Soetta.

Salah satu pelaku yang berinisial DS dan U,  merupakan otak dari sindikat pemalsuan hasil swab pcr, dan merupakan mantan relawan KKP ( Kantor Kesehatan Pelabuhan ) Bandara Soetta.

Para pelaku menjalankan aksinya dengan cara menjaring para calon penumpang di bandara soetta, yang sedang mengantri di fasilitas kesehatan rapid test, dengan menawarkan hasil rapid test, atau swab pcr, tanpa perlu mengantri, dan melakukan test swab.

Para pelaku telah melancarkan aksi pemalsuan surat hasil swab pcr ini, sejak bulan Oktober tahun lalu, dengan menjual surat hasil swab bekisaran dari harga 1 juta rupiah, hingga 1,5 juta rupiah.

“Dokumen kesehatan tersebut berupa hasil negatif swab PCR dari berbagai instalasi kesehatan, yang digunakan sebagai pemenuhan persyaratan penggunaan moda transportasi udara," Kombes Pol Adi Ferdian Saputra, Kapolresta Bandara Soetta

Sementara menurut Kepala KKP Bandara Soetta, untuk mengatisipasi kejadian pemalsuan surat hasil swab pcr, atau rapid antigen, pihaknya akan bekerjasama dengan penyelenggara bidang kesehatan untuk mengubah pola dengan cara tidak lagi mengeluarkan secara manual surat hasil swab pcr, atau rapid test, melainkan dengan cara digital.

Dari tangan pelaku polisi berhasil mengamankan puluhan handphone, satu buah laptop dan printer, uang tunai, stampel serta kartu pass bandara soetta.

Kini para pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, dengan di jerat pasal 93, pasal 14, tentang wabah penyakit menular, dan pasal 263, 268 tentang pemalsuan surat, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Terbaru dari Instagram