Informasi Nasional

536



Bali (25/01/2019) Komisi I DPR RI meminta Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI dan RRI untuk menyediakan waktu yang memadai bagi pemberitaan Pemilu. Selain itu, kedua lembaga penyiaran ini harus menjaga netralitas dan tidak mengutamakan kepentingan golongan tertentu dalam muatan beritanya.

Hal ini disampaikan Ketua Tim yang memimpin rombongan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI di Provinsi Bali, Mayjen (Purn) H. Asril Hamzah Tanjung, Kamis (24/1).

Pertemuan ini dihadiri pimpinan LPP TVRI Bali dan RRI Denpasar, Dewas TVRI, Made Ayu Dwie Mahenny dan Pamungkas Trishadiatmoko, Direktur Teknik LPP TVRI Supriyono, KPID, KPUD dan Bawaslu Provinsi Bali. 

Kehadiran rombongan Komisi I ke Bali ini, guna mencari masukan dan melihat kondisi di lapangan jelang Pemilu tahun ini.

Komisi I DPR RI juga meminta LPP TVRI dan RRI terjalin sinergitas dalam pemberitaan pemilu khususnya di lingkup Provinsi Bali.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala TVRI Stasiun Bali, I Ketut Leneng mengatakan,     LPP TVRI Bali telah menghadirkan beragam program acara dalam mendukung pelaksanaan Pemilu 2019”.

Mulai dari segmen khusus Rumah Demokrasi di program acara berita Warta Bali, hingga acara Dialog Pemilu yang tayang setiap Jumat.

Program siaran ini diharapkan dapat mengurangi angka golput dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, Direktur Teknik LPP TVRI, Supriyono mengatakan, untuk menunjang siaran pemilu, TVRI juga melakukan pembenahan infrastruktur yakni pemancar  yang ada di seluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan agar siaran TVRI dapat lebih diterima di masyarakat, terlebih siaran mengenai pemilu sehingga dapat meningkatkan partisipasi pemilih.

Khusus di Bali, pembenahan pemancar dengan penambahan kuatan dilakukan di wilayah Kabupaten Buleleng dengan 3 pemancarnya yakni Gunung Sega, Kintamani dan Gunung Kutul, sehingga tidak ada lagi daerah yang tidak terjangkau siaran TVRI.(AD)


Bagikan Artikel ini ke