Berita DKI Jakarta

54



TVRI Jakarta - Tanpa menghiraukan protokol kesehatan ratusan warga di Lebak, Banten  rela mengantri  saling berdesakan – desakan di pintu masuk salah satu bank yang berada di Pasar Rangkasbitung. Bahkan warga sudah berdatangan dan memenuhi halaman parkir bank sejak subuh.  Padahal mereka hanya untuk mengecek rekening bantuan produktif usaha mikro dari pemerintah. Minimnya informasi dari institusi terkait menyebabkan antrian  dan saling berebut masuk bank terjadi.

Seperti inilah suasana di salah satu bank nasional yang berada di Pasar Rangkasbitung, Lebak, Banten. Tanpa menghiraukan protokol kesehatan ratusan warga saling berdesakan dan berebut masuk bank. Bahkan warga ini sudah berdatangan dan memenuhi halaman parkir bank sejak subuh. Padahal mereka hanya untuk mengecek rekening bantuan produktif usaha mikro dari pemerintah.

Kekacauan pun terjadi takala petugas bank membuka pintu bank, saling dorong pun tak terhindarkan. Sejumlah ibu-ibu yang membawa anak terjebak dalam kekacauan antrian tersebut. Bahkan adalah salah satu ibu yang mengalami sesak napas karena terinjak warga.  Warga saling berebut mendekati petugas untuk memberikan KTP mereka, agar segera mungkin dapat mengecek bantuan masuk ke rekening mereka.

Anah, salah satu warga mengaku datang ke bank hendak mengecek rekening bantuan UMKM sejak jam empat pagi dirinya sudah mengantri. Bahkan sebelumnya sudah banyak warga yang datang dan berkumpul di bank. Seharusnya ada yang mengahtur agar tidak terjadi hal seperti ini.

"Saya mengantre sejak jam 02.00 WIB pagi lah, saya habis memberikan KTP untuk di cek dana UMKM," kata Anah.

Sementara  Romlah, warga lainya  mengatakan dirinya terjebak ditengah antrian warga dan mengalami sesak napas karena terdorong dan sempat terinjak oleh warga yang saling berebut.

Minimnya informasi dari institusi terkait menyebabkan antrian dan saling berebut masuk bank terjadi.


Bagikan Artikel ini ke