Berita DKI Jakarta

433



TVRI JAKARTA - Pada masa pandemi COVID19 yang mewabah di hampir seluruh belahan dunia, pemerintah Indonesia terus berupaya memulangkan warga negaranya yang bekerja diluar negeri. Kali ini sebanyak 185 awak kapal pesiar M-V Zuiderdam, asal Belanda, telah kembali tiba di tanah air.

Ratusan ABK tersebut kemudian dievakuasi ke hotel yang sudah disiapkan pemerintah, untuk menjalani tes kesehatan dan karantina mandiri selama empat belas hari kedepan.

Ratusan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai awak kapal pesiar MV Zuiderdam, asal Belanda, kembali tiba di tanah air melalui dermaga JICT dua, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka terpaksa kembali pulang ke tanah air, lantaran perusahaan tempat mereka bekerja berhenti beroperasi, akibat terdampak pandemik COVID19. Setibanya di dermaga, petugas langsung menjalankan protokol kesehatan, dengan melakukan pemeriksaan dan penyemprotan barang bawaan menggunakan cairan disinfektan.

Komandan satuan tugas evakuasi, brigjen TNI Marinir Hermanto, menyatakan, pada hari ini terdapat seratus delapan puluh lima awak kapal, yang kembali tiba ke tanah air. Ratusan ABK ini kemudian dibawa ke lokasi karantina, di sebuah hotel kawasan Kemayoran, Jakarta. Hingga saat ini, sedikitnya pemerintah sudah memulangkan enam ribu lebih warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri, sebagai ABK di 21 kapal pesiar milik sejumlah perusahaan negara asing.

“melakukan pengecekan terhadap ABK, kemudian tim gaungan sedang melakukan evaluasi dan pengawalan penurunan ABK baik barang bawaan maupun kondisinya. Kita cek suhunya dan akan kita bawa ke temat hotel di Jakarta unutuk dilakukan SWAB,” ungkap Brigjen TNI Marinir Hermanto, Komandan Satuan Tugas Evakuasi

Di lokasi karantina, nantinya ratusan ABK ini akan menjalani tes swab. Jika hasilnya didapati ada ABK yang positif terinfeksi virus COVID19, maka akan langsung dibawa ke rumah sakit darurat wisma atlet kemayoran. Sementara bagi yang negatif COVID19, akan dikarantina selama 14 hari kedepan, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.


Bagikan Artikel ini ke