Berita DKI Jakarta

182



TVRI JAKARTA - Imas, warga Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, sudah satu tahun menderita penyakit busung perut atau kista, selain itu ia juga tinggal di gubug reot milik tetangganya. Wanita berusia 47 tahun ini  hanya pasrah dengan keadaan dan penyakit yahg dideritanya.

Seperti inilah kondisi rumah milik warga Desa Kadubale, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang ditempati Imas. Rumah yang ditinggalinya sudah selama dua tahun terlihat miring dan hampir roboh, atas yang bocor dan dinding yang terbuat dari bambu sudah lapuk. selain itu, sudah satu tahun lebih imas menderita penyakit busung perut atau kista.

Imas tinggal dengan tiga orang anaknya yang masih kecil dan neneknya, sementara suami Imas yang bekerja sebagai sopir angkutan kota di Wilayah Kota Serang sudah satu tahun tidak kunjung pulang.

Imas mengatakan, selama menderita penyakit kista, ia hanya berobat seadanya, hal itu dikarenakan keterbatasan biaya. untuk makan sehari-hari pun Imas hanya mengandalkan belaskasihan tetangga. Kini Imas dan tiga anak dan serta neneknya tinggal di rumah diatas tanah milik orang lain yang sewaktu-waktu diambil pemiliknya.

Imas berharap, Pemerintah Daerah setempat bisa membantunya untuk pengobatan penyakit kista yang dideritanya, selain itu ia juga berharap pemerintah mau membuatkan rumah untuk keluarga kecilnya.

“Saya pribadi, sangat berharap bantuan Pemerintah dan juga para dermawan untuk membantu biaya operasi. Sudah lama suami tidak pulang, sehingga untuk biaya berobat saya sangat kesulitan, mohon bisa disampaikan pak, agar ada perhatian pemerintah maupun dari para dermawan kepada saya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Nuriah, saat mengetahui hal tersebut, akan segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah  desa setempat agar imas segera mendapatkan pelayanan.

“Sampai saat ini saya belum ada laporan secara tertulis, tapi nanti saya akan koordinasi langsung dengan Camat dan TKSK nya untuk melihat langsung ke rumah Bu Imas, agar segera mendapatkan pelayanan. Apakah dia peserta BPJS, kan kita tidak tahu kondisinya seperti apa, apakah perlu dirujuk dan lain sebagainya,” pungkasnya.


Bagikan Artikel ini ke