Berita JAWA BARAT

87



Pengusaha rumah joglo sekaligus pengrajin kursi dan meja kayu gelondongan di Kampung Cibulu, Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor terdampak pandemi Covid-19. Para pengusaha tersebut mengalami penuruan omset hingga ratusan juta rupiah.

Meskipun mengalami penurunan omset, salah seorang pengusaha bernama Hadi Suritno bersama delapan orang karyawan lainnya tanpa patah semangat tetap menekuni usahanya membuat rumah joglo atau rumah jawa. Tak hanya rumah joglo, ia juga menekuni usahanya sebagai pengrajin furniture kursi dan meja gelondongan dari bahan kayu yang berkualitas tinggi seperti kayu jati dan kayu trembesi.

Sejak tahun 2002 lalu, Hadi sudah menekuni usaha di bidang kayu. Sebelumnya, ia sempat merintih usaha sebagai tukang kayu sehingga bisa membuka usaha bisnisnya saat itu yang hanya bermodalkan uang sebesar dua juta rupiah. Namun, karena keuletannya akhirnya usahanya bisa berkembang dan omsetnya pun bisa mencapai milyaran rupiah perbulannya.

“Seiring dengan adanya dampak pandemi Covid-19 ini, usaha bisnis saya sekarang sedang kurang diminati. Saya harap pandemi bisa segera berakhir dan usaha bisnis pun bisa kembali normal seperti sebelumnya.” Ujar Hadi Suritno, Pengrajin Usaha Rumah Joglo.

Usaha bisnis rumah joglo dan furniturenya biasa dipesan oleh pengusaha-pengusaha, yang nantinya akan digunakan untuk ruang meeting, hotel, villa, dan restoran. (Saeful Hardi)


Bagikan Artikel ini ke