Kegiatan JAWA BARAT

2880



Di era kecanggihan teknologi informasi, siapa saja bisa menjadi produsen informasi untuk melaporkan suatu peristiwa hingga viral. Namun sayangnya, hal tersebut terkadang bertolak belakang dengan kaidah jurnalistik yang biasa dilakukan para pewarta.

Hal ini lah yang melandasi LKBN Antara Biro Jawa Barat mengadakan Diskusi Foto Jurnalistik bertema “Fenomena Viral terhadap Jurnalisme Saat Ini” yang bertempat di salah satu resto di Kota Bandung.

Diskusi tersebut diisi oleh tiga pembicara. Diantaranya Pewarta Foto Reuterz Beawiharta, Pewarta Foto Getty Images Ulet Ifansasti, dan Redaktur Pelaksana ayobandung.com Tri Joko Her Riadi. Masing-masing memaparkan pandangannya mengenai begitu berpengaruhnya fenomena viral dan bagaimana kaitannya dengan dunia jurnalistik.

Terlebih di masa sekarang siapa saja bisa menjadi seorang pewarta dengan begitu mudahnya menyebarkan informasi di media sosial. Namun, fenomena ini bisa menjadi pemantik bagi para pewarta untuk menggali lebih dalam lagi hal dibalik suatu peristiwa.

Kepala Biro Antara Jawa Barat, Zainal Abidin mengungkapkan, segala sesuatu yang viral di media sosial belum tentu seutuhnya benar. Oleh karena itu para pewarta harus tetap profesional dan menjunjung tinggi kode etik karena terkadang informasi dari media sosial bisa mengalahkan media massa.

Di HUT LKBN Antara Biro Jawa Barat ke-83 ini juga akan ada peluncuran buku berjudul ARKE yang berisi 193 karya foto jurnalistik mengenai warna warni kehidupan Jawa Barat yang bisa menjadi acuan untuk para insan pers dalam mewartakan suatu peristiwa.

(Amelia - Bayu)


Bagikan Artikel ini ke