Informasi TVRI Nasional

517



Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Penyiaran Deutsche Welle Jerman menyelenggarakan seminar sehari peran media dalam perkembangan Teknologi. Seminar yang diselenggarakan di Kantor Pusat LPP TVRI Senayan pada tanggal 3 Desember 2018 ini mengambil tema Science And Society: The Role of Media, peran media dalam mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan Kemasyarakatan.

Seminar yang dipandu oleh Vidi Legowo Zipperer, Kepala Redaksi DW Indonesia, menghadirkan sejumlah pembicara, diantaranya Agus Sari,pemerhati lingkungan dan CEO Landscape Indonesia, Kurie Suditomo, Penggiat Pendidikan Non-formal dan Pendiri codingcamp.id, dan Apni Jaya Putra, Direktur Program dan Berita LPP TVRI. Hadir juga dalam seminar ini, Direktur Utama LPP TVRI, Helmy Yahya, dan Wakil Kepala Distribusi Program Deutsche Welle untuk wilayah Asia dan Australia, Stefan Bliemsrieder.

Deutsche Welle adalah media penyiaran internasional Jerman  berdiri pada tahun 1963, ditahun-tahun awal dikenal di tanah air dengan siaran radionya. DW menyediakan layanan siaran televisi, radio dan situs berita dalam tiga puluh bahasa, salah satunya Bahasa Indonesia.

Kini DW Indonesia telah bertransformasi dalam beberapa tahun terakhir dengan menyajikan informasi secara multimedia (situs berita, televisi, dan media sosial), mengangkat tema-tema utama dari Jerman, Indonesia dan Dunia yang terkait Ilmu pengetahuan dan teknologi, serta Lingkungan.

Salah satu program unggulan DW adalah INOVATOR, program TV yang mengajak pemirsa menyelami dunia sains dan teknologi, serta mengenal lebih dekat isu lingkungan dan sejumlah tren terkini dari Jerman dan Eropa.

LPP TVRI adalah salah satu media nasional yang menayangkan serial program TV INOVATOR, selain 13 stasiun TV yang ada di seluruh Indonesia.

Pelaksanaan seminar ini diharapkan akan membuka cakrawala dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya peran media dalam mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Khususnya bagi anak-anak, kalangan muda atau generasi milenial.


Bagikan Artikel ini ke