Berita DKI Jakarta

2253



TVRI Jakarta - Pihak kepolisian Polsek Tanjung Priok telah menetapkan mucikari prostiusi anak dibawah umur sebagai tersangka dan terancam hukuman lima belas tahun penjara. Sementara itu pihak lembaga perlindungan anak Indonesia akan melakukan pendampingan dan trauma healing untuk para korban wanita dibawah umur yang dijadikan PSK.

Dari hasil penyelidikan petugas kepolisian terkait kasus prostiusi anak dibawah umur yang berhasil diungkap oleh anggota unit Reskrim Polsek Tanjung Priok di sebuah hotel kawasan Sunter Jakarta utara pihak kepolisian akhirnya menetapkan mucikari berinisial RSD sebagai tersangka. Selain itu dari pengakuan tersangka dan keterangan para wanita belia yang dijadikan PSK ini petugas menemukan fakta baru yakni keempatnya dipesan oleh satu orang pelanggan dengan tarif dua puluh juta rupiah. Namun sang mucikari hanya memberikan uang kepada para wanita tersebut sebesar satu hingga tiga juta rupiah perorang dan sisanya dikantongi oleh tersangka.

 Dalam kasus ini polisi mengamankan pria hidung belang berinisial RA (39) yang mengencani empat ABG di hotel berbintang di Sunter, Jakut. Polisi saat ini masih mendalami keterangan RA terkait bagaimana dia bisa bertemu dengan muncikari.

“Makanya saya bilang tadi sementara ini masih saya jadikan saksi si penyewa, karena masih kita dalami kesesuaian keterangan dari si mucikari dengan keterangan si penyewa, bagaimana mekanisme mereka bisa ketemu. Karena bagaimanapun juga, di sini ada beberapa yang masih ditutupi oleh si muncikari,"

Sementara itu, pihak lembaga perlindungan anak Indonesia menyatakan kasus prostiusi anak dibawah umur sudah mulai marak di Indonesia hal ini diduga akibat faktor pergaulan dan kurangnya pengawasan orang tua selain itu media sosial juga kerap dimanfaatkan para pelaku untuk menjerat wanita muda. Untuk mencegah terjadinya trauma pada para korban pihaknya akan melakukan pendampingan dan trauma healing.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya kini tersangka terjerat pasal 88 undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 dan atau pasal 297 KUHP tentang tindak pidana perdagangan orang dan perdagangan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Bagikan Artikel ini ke