Informasi Nasional

1858



Grafik penyebaran Covid-19 belakangan menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru dari laman Covid19.go.id pada tanggal 11 Februari 2021, jumlah kasus positif di Indonesia mencapai 1.183.555 jiwa. Dengan total pasien yang sembuh sebanyak 982.972 jiwa dan pasien meninggal dunia sebanyak 32.167. Pulau Jawa dan Bali menjadi daerah yang banyak menyumbangkan kasus positif. Peningkatan tersebut terjadi lantaran berkurangnya kepekaan dari masyarakat akan bahaya Covid-19. Keengganan untuk menerapkan protokol kesehatan  juga tidak begitu dihiraukan oleh masyarakat. Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang digalakkan pemerintah tak kunjung juga menekan pengurangan kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020, Protokol kesehatan adalah aturan dan ketentuan yang harus diikuti oleh segala pihak dalam menghadapi ancaman penyebaran Covid-19 agar tetap bisa beraktivitas secara aman. Protokol kesehatan ini bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan paparan Corona Virus Disease pada individu dan masyarakat. Dalam penerapannya, protokol kesehatan harus memenuhi lima kriteria, yaitu :

  1. Memakai alat pelindung diri seperti masker.
  2. Mencuci tangan sebelum menyentuh wajah.
  3. Menjaga jarak minimal 1.5 meter.
  4. Mengurangi mobilitas serta;
  5. Menjauhi kerumunan

Individu juga bertanggung jawab untuk menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat seperti, mengkonsumsi gizi yang seimbang, melakukan aktivitas fisik selama 30 menit, serta beristirahat yang cukup kurang lebih 7 jam. Kebiasaan baru tersebut selain bertujuan untuk mencegah peyebaran Covid-19, juga sebagai adaptasi pola hidup sehat dan bersih bagi masyarakat.

Sebagai Lembaga Penyiaran Publik, LPP TVRI turut andil dalam mengedukasi serta menginformasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Penayangan berita melalui acara Info Covid-19 serta iklan masyarakat tidak henti dilakukan demi upaya mengedukasikan masyarakat untuk senantiasa menjaga dan menerapkan protokol kesehatan. Tidak hanya melalui siaran televisi, LPP TVRI juga ikut mengedukasikan pentingnya penerapan protokol kesehatan pada media sosial. Hal itu ditujukan demi tercapainya penurunan jumlah kasus positif dan pulihnya sistem perekonomian di Indonesia.

Tidak hanya sekedar mengedukasikan masyarakat, penerapan protokol kesehatan secara ketat juga dilakukan pada lingkungan kerja LPP TVRI. Kewajiban akan pentingnya menjaga kesehatan serta menerapkan protokol kesehatan menjadi hal yang utama bagi pegawai TVRI. Untuk pengisi acara, selain diwajibkan mengikuti protokol kesehatan juga diwajibkan menunjukkan hasil rapid antigen. Hal itu dilakukan demi tetap bisa memberikan pelayanan serta informasi yang edukatif dan transparan bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu Poliklinik TVRI juga terus menggelar 3 T, Tracking (pelacakan), Testing (pengujian) dan Treatment (pengobatan) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di LPP TVRI. Penyediaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer pada setiap pintu masuk serta pemberlakuan pengecekan suhu tubuh juga dilakukan oleh penjaga keamanan di pintu gerbang demi menekan penyebaran virus Covid-19. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan setiap minggu pada ruangan kerja serta gedung  di lingkungan LPP TVRI.

Dalam penugasan pegawai diberlakukan sistem kerja work from home (WFH) dan work from office (WFO). Berdasarkan Surat Edaran Direktur Utama LPP TVRI Nomor 13 Tahun 2021, pembagian penugasan karyawan diatur secara proporsional, yaitu sebanyak 50% WFO dan 50% WFH. Aturan tersebut berlaku di lingkungan kerja LPP TVRI serta stasiun yang berada di pulau Jawa dan Bali. Seperti Stasiun TVRI DKI Jakarta, Stasiun TVRI Jawa Barat, Stasiun TVRI Jawa Tengah, Stasiun TVRI Yogyakarta, Stasiun TVRI Jawa Timur dan Stasiun TVRI Bali. 

Dengan mengusung tagline Media Pemersatu Bangsa, TVRI terus berupaya memberikan penayangan acara yang positif, edukatif dan informatif ditengah pandemi Covid-19 ini. 

Penulis: Benigno Haryadi


Bagikan Artikel ini ke