Berita DKI Jakarta

2177



TVRI Jakarta - Seorang pengendara mobil nekat menodongkan senjata api kepada pengendara motor yang hendak memberhentikan karena nyaris ditabrak, di jalan Kedoya Raya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Evakuasi pelaku berlangsung dramatis, petugas kepolisian sampai mengeluarkan tembakan peringatan karena berusaha mengeluarkan pelaku dari dalam mobil.

Warga dan pengguna jalan di kawasan jalan Kedoya Raya, Kebun Jeruk, Jakarta Barat pada minggu sore dikejutkan dengan adanya pengendara mobil mini bus yang membawa senjata api. Tidak hanya membawa senjata api, pelaku bahkan sempat menodongkan senjata api tersebut kepada para warga yang meminta pelaku untuk keluar dari dalam mobil. Petugas kepolisian dari unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, kemudian berusaha melakukan evakuasi agar pelaku segera keluar dari dalam.

Tak kunjung keluar, petugas bahkan terpaksa harus memberi tembakan peringatan, yang membuat pelaku akhirnya keluar dari dalam mobil, serta melindungi pelaku dari para warga yang geram dengan ulahnya.

Menurut IPTU Avriendy, Kanit Resmob Polres Jakarta Barat dari hasil pemeriksaan senjata yang di bawa pelaku merupakan senjata mainan yang terbuat dari plastik. Avriendy juga menambahkan kejadian ini bermula saat pelaku berinisial A-J hampir menyenggol Rahmat, seorang pengendara sepeda motor.

Motifnya keluarkan air softgun dilatarbelakangi karena tidak senang dengan pengendara sepeda motor. Ia mengaku mobilnya mau ditabrak.

"Jadi karena mau serempetan dia nggak senang turun keluarin lah tuh air softgun," terang dia.

Ketika mengeluarkan air softgun itu, pengendara sepeda motor langsung berteriak maling.

Teriakan itu mencuri perhatian warga sekitar. Wargapun langsung melakukan pengejaran.

"Sudah dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat karena kejadian itu dekat dengan Posko Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat," terang dia.

Namun saat berusaha diingatkan korban, pelaku justru menodongkan senjata sehingga membuat warga geram dan mengejar mobil pelaku. Hingga kini polisi masih mendalami lebih dalam apa motif pelaku mengancam korban dengan senjata tersebut.


Bagikan Artikel ini ke